Categories: Nasional

Bersatu Melawan Karhutla

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Musim kemarau mulai melanda beberapa daerah di Tanah Air. Termasuk Provinsi Riau. Kebakaran hutan dan lahan pun mulai mengancam. Bahkan beberapa titik api juga sudah terpantau satelit ada di Riau.

Agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak meluas seperti beberapa tahun lalu, perlu gerakan antisipasi sejak awal. Tidak cukup oleh satu instansi, tapi semua harus peduli dengan ancaman bencana ini yang akan menimbulkan kabut asap.

Seperti tahun lalu, Riau mendapat pujian karena bisa mengatasi persoalan karhutla dengan cepat. Kabut asap yang biasanya membuat sengsara rakyat berpekan-pekan, bahkan bulan bisa teratasi dengan cepat. Itu berkat antisipasi sejak awal.

Tahun ini jangan sampai karhutla dan kabut asap kembali melanda. Langkah antisipasi tetap menjadi kunci pencegahan. Seperti yang dilakukan Polda Riau. Lewat aplikasi Dasbor Lancang Kuning (DLK) yang digagas oleh Kapolda Riau Irjen Pol Agung Imam Setya Effendi, Polda telah melakukan deteksi dini karhutla di negeri ini, terutama di kawasan Dumai yang sempat muncul titik api. Aplikasi tersebut telah terbukti sukses mengatasi karhutla di Riau pada 2020 lalu.

Langkah Polda disambut baik oleh seluruh elemen masyarakat di Riau. Tokoh masyarakat, pemuka agama dan pengusaha sangat mendukung langkah Polda Riau dalam penanganan karhutla. Itu tidak lepas dari kebijakan yang diterapkan dengan melibatkan langsung elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga alam Riau agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Dumai Kiai Ansori mengaku sangat mendukung apa yang dilakukan Polda Riau untuk mencegah karhutla, khususnya di Dumai. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, warga merasa terpanggil dan ikut bertanggung jawab untuk mencegah karhutla. "Dengan bersatu, insya Allah karhutlah bisa kita atasi bersama,’" kata Kiai Ansori, Rabu (24/2).

Ketua Banser Dumai Sutriono menyampaikan pendapat yang sama. Menurutnya, langkah antisipasi yang didorong oleh Polda Riau harus didukung oleh semua pihak. Sebab upaya pencegahan karhutla hanya akan berhasil apabila semua bersatu.

Dukungan juga datang dari Laskar Hulubalang Melayu Riau Kota Dumai. Lewat Panglima Gedang H Awaludin, mereka menyatakan siap turun ke masyarakat untuk menyosialisasikan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan.

"Kami di Dumai menyatakan mendukung apa yang dilakukan oleh Polda Riau untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Dumai ini," kata Ketua Pemuda Pancasila Dumai Abdul Qadir.

Sekretaris NU Kecamatan Bukit Kapur, Dumai Miftah, mengakui Dumai merupakan kawasan yang rawan terjadi karhutla. Lahan gambut yang banyak dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat sangat rentan terbakar. Sebab itu perlu komitmen semua masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dan menjaga agar tidak muncul karhutla.

Pernyataan itu didukung oleh tokoh masyarakat Bukit Kapur lainnya, seperti tokoh agama H Marwan, tokoh masyarakat Ismun.

Paguyuban juga ikut bersuara dan memberi dukungan. Ketua Masyarakat Batak Kota Dumai Luhut Harianja menyatakan siap membantu Polda dalam penanganan karhutla, khususnya di Dumai. Minimal ikut menyadarkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Apalagi di musim kemarau seperti sekarang.

Tokoh agama tidak mau tinggal diam. Ketua Badan Kerja Sama Gereja Dumai Pdt Morris Yosafat akan ikut berperan dalam pencegahan karhutla. Ia akan menyampaikan pesan agar tidak membakar lahan dan hutan kepada jamaatnya.

"Karhutla tidak bisa diatasi oleh satu orang. Tapi harus bersama-sama. Kalau ini dilakukan mudah-mudahan bencana kabut asap yang terjadi beberapa tahun lalu tidak terulang lagi," timpal Humas PT Wilmar Nabati Kota Dumai Marwan.

Laporan: Adful Gafur (Dumai)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

11 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

11 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

11 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

12 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

12 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

13 jam ago