Categories: Nasional

Bantu Pengungsi Afghanistan, AS Siapkan Dana Rp89,7 Triliun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Hengkang dari Afghanistan tidak berarti masalah selesai. Amerika Serikat masih harus menyiapkan anggaran besar dan skema penempatan para pengungsi yang berhasil mereka evakuasi bulan lalu. DPR AS telah menyetujui dana pendampingan darurat untuk kebutuhan tersebut sebesar 6,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp89,7 triliun.

"Pendanaan ini bakal memastikan bahwa lembaga pemerintah yang terlibat dalam proses pemukiman kembali memiliki kapasitas yang diperlukan guna membantu rekan Afghanistan kita untuk membangun kehidupan baru yang aman di AS," tegas Deborah Ross, salah seorang legislator Demokrat, seperti dikutip Al Jazeera.

Anggaran tersebut adalah bagian dari dana darurat pemerintah dan bantuan bencana senilai 28,6 miliar dolar AS (Rp407,3 triliun).

Berdasar hasil voting yang digelar Selasa (21/9) malam waktu AS, 220 orang setuju dan 211 menolak. Usulan itu akan dibawa ke Senat AS. Bisa jadi akan ada perdebatan panjang sebelum disetujui sebagai UU. Sebab, banyak senator dari Republik yang menentang.

Sejatinya politisi Republik mendukung pendanaan tersebut. Saat ini sudah ada ribuan orang yang dimukimkan di AS, termasuk para penerjemah yang membantu pasukan AS selama berada di Afghanistan. Namun, mereka menentang poin-poin lain yang tergabung di dalamnya. Salah satunya adalah hak yang diberikan pada Departemen Keuangan untuk meningkatkan jumlah utang keuangan negara.

Republik juga masih gusar dengan cara Presiden Joe Biden menangani penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Operasi evakuasinya berantakan. Memang lebih dari 120 ribu penduduk Afghanistan berhasil dikeluarkan lewat Bandara Hamid Karzai, Kabul. Namun, beberapa hari sebelumnya, 175 penduduk sipil dan 13 militer AS tewas akibat bom bunuh diri di bandara Kabul.

"Rakyat AS berhak mendapatkan penjelasan atas keputusan yang kita buat dan kegagalan kepemimpinan yang terjadi di semua tingkatan saat itu," tegas legislator Republik Tom Cole.

Saat ini pengungsi Afghanistan masih terus berdatangan. Taliban membiarkan penduduk yang memiliki kewarganegaraan ganda untuk meninggalkan negara tersebut. Tujuh anggota parlemen perempuan Afghanistan yang menjabat sebelum Taliban berkuasa kini berada di Yunani beserta seluruh keluarganya.

"Mereka datang via Tbilisi, Georgia, beberapa jam lalu dan akan tinggal di Yunani sebentar sampai prosedur pemukiman di AS komplet," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Yunani. Mereka berhasil keluar atas bantuan lembaga non pemerintah yang berbasis di New York, Zaka Khan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

20 jam ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

22 jam ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

23 jam ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

23 jam ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

24 jam ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

24 jam ago