tiga-atlet-pon-dan-2-pelatih-riau-positif-covid-19
PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Dua pelatih dan tiga atlet asal Riau terancam batal berangkat ke PON XX Papua setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Lima orang tersebut berasal dari cabang olahraga dayung.
Hal ini dibenarkan Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Riau, Amrizal. "Betul ada lima orang, 2 pelatih dan 3 atlet," ujar Amrizal, Kamis (23/9).
Amrizal berharap 3 atlet dan 2 orang pelatih itu bisa negatif setelah nanti kembali dilakukan tes PCR.
"Kita berdoa mudah-mudahan mereka negatif Covid-19 setelah kembali dilakukan tes PCR dalam waktu dekat ini," harapnya.
Sementara itu Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi mengatakan, diketahuinya para atlet dan pelatih tersebut positif Covid-19 setelah mereka melakukan tes swab PCR sebagai salah satu syarat untuk bisa berangkat ke Papua.
"Kondisi mereka tanpa gejala, dan satu orang gejala ringan. Semuanya sudah diisolasi di tempat isolasi yang ada di Pekanbaru," kata Indra Yovi.
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini para atlet dan pelatih yang terkonfirmasi positif Covid-19 dilakukan isolasi minimal selama 10 hari. Sembari menjalani pengobatan Covid-19.
"Isolasi dilakukan minimal 10 hari ke depan, ditambah tiga hari apabila sudah tanpa gejala. Jadi selama itu mereka harus isolasi. Apabila di tes PCR lagi kemudian negatif, tentu kita menunggu dari panitia PON apakah mereka diperbolehkan untuk tetap berlaga atau tidak," jelasnya.
Terkait adanya atlet yang positif tersebut, pihaknya juga sudah melakukan tracing untuk memutus penyebaran Covid-19.
"Tracing sudah dilakukan terhadap kontak erat atlet ini. Termasuk pelatih dan lingkungan sekitarnya. Jadi masih belum tahu dari mana klaster penularannya," ujarnya.(dof/sol)
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…
Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…
Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…