FOTO BERSAMA: Doktor Nurdin foto bersama dengan Direktur PPs Unri Prof Dr Ir Thamrin MSc, para penguji/promotor usai ujian promosi terbuka di gedung serbaguna PPs Unri, Selasa (23/7/2019). (LISMAR SUMIRAT/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Program Pascasarjana Universitas Riau (PPs Unri) menggelar ujian promosi terbuka mahasiswa S3 Prodi Ilmu Lingkungan atas nama Nurdin, NIM 1310347054 di Gedung Serbaguna PPs Unri, Selasa, (23/7). Ujian promosi terbuka yang dipimpin Direktur PPs Unri Prof Dr Ir Thamrin MSc ini, Nurdin memaparkan disertasi dengan judul Model Ketersediaan Air Berkelanjutan Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang.
Disertasi dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau ini, diuji oleh Prof Dr Syaiful Bahri MSi, Prof Dr Zulkarnain SE MM, Prof Dr Ir Sukendi MSi, Prof Dr Sujianto MSi PhD, Prof Dr Ir Yusni Ikhwan Siregar MSc dan Prof Dr Syafrani MSi. Nurdin memaparkan permasalahan yang sering terjadi di Waduk PLTA Koto Panjang dalam menghasilkan tenaga listrik adalah fluktuasi debit air antara musim kemarau dan musim hujan yang mempengaruhi tinggi permukaan air waduk.
Dalam selang tahun tutupan lahan mengalami perubahan besar, dimana luasnya lahan terbuka atau pengundulan hutan dapat mempercepat aliran masuk ke waduk dan berdampak terhadap tingginya tingkat erosi. Selanjutnya menyebabkan terjadinya pendangkalan yang dapat memperkecil volume tampungan waduk.
Perubahan penggunaan yang terjadi dari tutupan lahan di DTA Waduk PLTA Koto Panjang dalam rentang waktu antara tahun 2011-2014 adalah berkurangnya kawasan hutan lahan kering primer dan sekunder berkurang sehingga terjadi peningkatan jenis penggunaan non-hutan berupa perkebunan, pemukiman, pertanian lahan kering, sawah dan tanah terbuka luas.
Berdasarkan indek pentutup lahan oleh vegetasi (IPL) rata-rata 2011 dan 2014 menunjukkan kualitas vegetasinya dalam keadaan baik. Sedangkan kesesuaian penggunaan lahan (KPL) terhadap fungsi kawasan tergolong sedang. ‘’Simulasi perubahan penggunaan lahan dengan model SWAT sangat berpengaruh terhadap karakteristik hidrologi. Berupa hasil air (WYLD), koefisien limpasan (C) dan koefisien regim sungai (KRS). Pada penggunaan lahan 2011 dengan curah hujan (PREC) yang ada menghasilkan WYLD, nilai C dan nilai KRS juga masih tergolong dalam klasifikasi baik. Begitu juga 2014 masih dalam klasifikasi baik,’’ paparnya.
Dari hasil penelitiannya Nurdin mengungkapkan, tekanan penduduk (TP) terhadap lahan pertanian secara umum masih tergolong dalam klasifikasi baik. ‘’Sedangkan tingkat ketergantungan penduduk (LQ) terhadap lahan pertanian secara umum tergolong jelek. Sedangkan nilai LQ di Kabupaten Kampar juga tergolong jelek. Sementara Kabupaten Pasaman dan Limapuluh Kota tergolong dalam klasifikasi sedang,’’ sebutnya.
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…
Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…