Categories: Nasional

Investigasi Korban Meninggal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bentrok antara massa dengan aparat keamanan pada Selasa (21/5) dan Rabu (22/5) memakan korban. Mulai kor­ban luka hingga meninggal dunia. Meski belum mengungkap satu per satu identitas semua korban yang kehilangan nyawa, Polri memastikan mereka tidak termasuk bagian massa aksi damai. Seluruhnya teridentifikasi sebagai perusuh yang memprovokasi aparat keamanan.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Mohammad Iqbal, Kamis (23/5). Berdasar data yang sudah masuk, pria yang biasa dipanggil Iqbal itu menyebutkan sedikitnya ada tujuh korban meninggal dunia.

”Bahwa yang meninggal dunia adalah massa perusuh. Bukan massa yang sedang berjualan, massa yang beribadah,” kata dia.

Untuk memastikan penyebab mereka meninggal dunia, Polri membentuk tim investigasi. Menurut Iqbal, tim tersebut dibentuk oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Adalah Irwasum Polri Komjen Moechgiyarto yang ditugasi memimpin tim investigasi tersebut.

”Untuk mengetahui apa penyebabnya (massa meninggal dunia) dan semua aspek. Sehingga ada korban dari massa,” bebernya.

Sempat beredar informasi korban meninggal dunia mengalami luka tembak. Namun, Polri masih mendalami. Sebab, mantan Kepala Polres Metro Jakarta Utara itu menyampaikan kembali, aparat keamanan dari TNI maupun Polri tidak dibekali senjata api. Mereka juga tidak dibekali senjata dengan peluru tajam.  ”Kami menangani unjuk rasa yang dikedepankan persuasif, humanis,” terang dia.

Tindakan yang dilakukan untuk memukul mundur massa diambil tidak lain karena petugas diprovokasi oleh massa. Lebih lanjut, Iqbal menyebutkan bahwa peluru tajam yang ditemukan saat bentrok pecah di bilangan Slipi, Jakarta Barat bersumber dari mobil seorang komandan batalyon Brimob yang dijarah oleh massa. ”Di dalamnya memang  ada peluru tajam. Itu tidak dibagikan kepada personel keamanan,” jelasnya.

Peluru tajam tersebut, lanjut dia, hanya dimiliki oleh tim anti anarkis yang sama sekali tidak diturunkan.(syn/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kampung Terendam Kini Punya Wajah Baru, Resmi Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.

16 jam ago

Perjuangan Daerah Istimewa Riau Belum Padam, 130 Organisasi di Riau Tetap Solid Mendukung

Perjuangan Daerah Istimewa Riau terus berlanjut setahun setelah deklarasi bersama, dengan dukungan ratusan organisasi masyarakat.

16 jam ago

Sambut Event Bakar Tongkang, Rohil Hadirkan Aplikasi Pintar untuk Wisatawan

Rohil siapkan aplikasi digital terintegrasi untuk memudahkan wisatawan saat menghadiri perhelatan budaya Bakar Tongkang.

17 jam ago

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

2 hari ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

2 hari ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

2 hari ago