Categories: Nasional

Ditangkap karena Kritis, Warga Net Minta Polisi Bebaskan Ravio Patra

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Banyak warga net menyuarakan #BebaskanRavio melalui petisi di laman Change.org, usai Ravio Patra diamankan aparat keamanan, Rabu (22/4) malam. Ravio Patra merupakan pengamat kebijakan publik dan aktivis. Ia diduga menyebarkan berita bohong dan ajakan melakukan kekerasan melalui WhatsApp.

Menurut penggagas petisi, Ryan Fajar Febrianto, Ravio sudah tidak bisa mengakses WhatsApp-nya sejak Rabu siang karena diretas. Pihak WhattsApp pun, kata sahabat Ravio ini, juga sudah mengkonfirmasi mengenai peretasan terhadap akun Ravio tersebut.

Akun Ravio dipakai untuk menyebarkan pesan provokatif, ajakan penjarahan pada 30 April mendatang. Ajakan bahkan disebut disebar ke nomor yang tidak dikenal.

"Malamnya sekitar pukul 19.00, Ravio ditangkap di rumah. Sebelum ditangkap, Ravio menceritakan mengenai peretasan ini kepada teman-teman SAFEnet. Mereka menyarankan untuk mematikan semua perangkat elektronik dan mengungsi ke rumah aman," ujar Ryan dalam petisinya yang dapat diakses di www.change.org/BebaskanRavio.

Ravio disebut selama tiga tahun terakhir konsisten mendorong keterbukaan dan transparansi pemerintah sebagai Independent Research Mechanism (IRM) di Open Government Partnership (OGP) untuk Indonesia.

Melalui akun Twitternya, @raviopatra, Ravio juga kritis membahas kebijakan penanganan Covid-19, termasuk permasalahan terkait staf khusus milenial dan program Kartu Prakerja.

"Penangkapan Ravio ini membuat saya geram, terutama di tengah situasi Covid-19 di mana masyarakat membutuhkan transparansi informasi, khususnya dari pemerintah. Kalau dilihat dari kronologisnya, peretasan dan penyebaran itu terkesan untuk mengkambinghitamkan Ravio sebagai penyulut kerusuhan. Pemerintah harus pastikan perlindungan hukum warga negara sesuai UUD 1945," kata Ryan.

Beberapa pendukung petisi #BebaskanRavio mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi. Karena itu, tidak boleh ada pembungkaman karena itu adalah bentuk penghianatan.

"#JANGANMAUDIBUNGKAM! Hari ini Ravio, bisa jadi besok orang yang kita kenal. Terlalu rendahan dan picik memfitnah orang cerdas dan kritis menjadi anarko ugal-ugalan melakukan penjarahan," tulis Dinda Cendikia.

Sementara itu, Rira Murmaida mengingatkan bahwa Ravio merupakan korban. Ia kemudian meminta aparat menangkap pelaku sebenarnya.

"Ravio adalah korban. Tangkap pelaku peretasan WA-nya. Lindungi hak-hak sipilnya, jangan main culik orang yang kritis," tulis Rira Murmaida.

Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pacu Jalur Mini 2026 Tuntas, Gadis Manja Sabet Juara I di Tepian Narosa

Jalur Gadis Manja menjadi juara Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa setelah mengalahkan 65…

16 jam ago

PSPS Pekanbaru Tambah Amunisi Muda, Eks Persebaya Dimas Wicaksono Resmi Bergabung

PSPS Pekanbaru merekrut Dimas Wicaksono, eks Persebaya yang punya pengalaman Liga 1, untuk memperkuat skuad…

16 jam ago

Belasan Tahun Buron, Pelarian Koruptor Retribusi Terminal Barang Dumai Berakhir di Aceh

Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…

17 jam ago

Wali Kota Pekanbaru Tegas, Sekolah Tak Boleh Lagi Tahan Ijazah karena Tunggakan

Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.

18 jam ago

Sengketa Kebun Sawit di Tambusai Utara Memanas, 25 Warga Jadi Korban Penyerangan

Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…

19 jam ago

Puluhan Siswa di Kampar Mendadak Mual dan Muntah Usai Makan Menu MBG

Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…

19 jam ago