Categories: Pekanbaru

Anggaran Penanggulangan Corona Rawan Disunat, Pemko Harus Transparan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Angka bantuan penanganan pandemi corona (Covid-19), baik dari pusat, pemerintah daerah, maupun anggaran Kota Pekanbaru dinilai rawan disunat. Karena itu Pemko Pekanbaru diminta untuk bisa transparan dalam melaporkan dan juga pengunaannya.

Seperti disampaikan Anggota Fraksi PAN DPRD Kota Pekanbaru Roni Pasla kepada wartawan Kamis (23/4), masalah anggaran ini harus sangat berhati-hati, apalagi ini ditujukan untuk penanganan musibah wabah corona.

"Soal anggaran Covid-19 ini sebaiknya Pemko Pekanbaru harus lebih terbuka, bagaimana kondisinya," kata Roni.

Hal ini dimaksudkan supaya masyarakat tidak bertanya-tanya, begitu juga dengan besarannya bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat juga harus di informasikan. 

"Supaya berapa yang dianggarkan dan berapa yang akan diberikan jumlahnya sama dan tidak berbeda seperti yang dianggarkan. Dan ini memang harus disosialisasikan dan harus lebih terbuka," paparnya.
 
Terlepas keterbatasan anggaran seperti yang dikeluhkan pemerintah, sepanjang datanya akurat tidak ada alasan lagi masyarakat untuk tidak dibantu sesegera mungkin.

Soal ada kekhawatiran anggaran itu akan terjadi penyelewengan atau disunat, kata Roni, memang sampai saat ini belum nampak, berapa Pemko Pekanbaru mendapat anggaran dari pusat berapa, lalu dari bantuan Pemprov Riau, dan Pekanbaru menyiapkan anggaran penanganan berapa pun belum bisa dipastikan, karena masih ada tambahan dari pihak lainnya.

"Maka, realisasi itu memang harus dipublikasikan, dan harus tahu juga kekuatannya dapat membantu masyarakat yang terkena dampak corona itu," jelasnya.

Untuk itu, dia juga berharap semua harus sama-sama memerhatikan dan saling mengawasi agar niat baik untuk membantu bisa terealisasi, tanpa ada persoalan di kemudian hari.

"Sampai hari ini saja banyak informasi yang belum jelas dan membingungkan masyarakat soal bantuan sosial ini, dan ini harus disampaikan seterang-terangnya," sarannya.

Makanya juga, dikatakannya, saat ini jangan dulu menduga-duga ha-hal yang belum ada realisasinya. Sampai ada dugaan pendataan yang dilakukan RT/RW hanya mendata keluarga dan kerabat sementara buktinya tidak ada.

"Biarkan mereka bekerja dahulu, dan tetap diawasi," katanya lagi.

Untuk itu, supaya masyarakat tidak resah karena dampak dari kebijakan pemerintah, maka Roni meminta cepat dilakukan pendistribusian bansos itu.

"Paling tidak ada skala prioritas dari data yang dimiliki oleh dinas sosial. Informasinya Dinas Sosial sudah punya data. Sebelum corona menyerang, sudah ada masyarakat yang susah, ditambah corona makin susah. Dan ini yang harus didahulukan, sambil data validasi selesai kan bisa disesuaikan. Paling tidak dilakukan pendistribusian secara bertahap," tuturnya.

Laporan: Agustiar (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago