BERFOTO: Beberapa anak milenial berfoto di depan plang Pulau Cinta, Sabtu (13/7/2019).
Kawasan ini bernama Telukjering. Telukjengkol kalau mau dipadankan. Tapi bukan aroma pesing yang datang dari sana, melainkan aroma cinta yang harum semerbak. Media sosial yang menebarkan pesona cinta itu. Ratusan ribu hingga jutaan foto, video, dan testimoni menyeruak di dunia maya. Semuanya mengulik rasa penasaran, terutama kaum milenial. Telukjering pun bermetamorfosis jadi Pulau Cinta. Pun tersebab para milenial.
Laporan Muhammad Amin, Telukjering
Dua puluh siswa SMA sedang bersuka ria. Mereka berebutan ingin naik rolling donut boat yang sudah siap sebanyak dua unit, pagi itu, Sabtu (13/7). Lima orang mendapatkan kesempatan pertama. Disusul lima orang lainnya di rolling donut boat lainnya. Lalu kapal cepat (speed boat) pun melaju, menarik pelampung berbentuk bulat itu. Teriakan histeria penuh kegembiraan terdengar dari mulut para remaja tersebut. Pelampung berpenumpang lima orang itu terlempar ke kiri dan kanan mengikuti liukan kapal cepat, memacu adrenalin.
Selain rolling donut boat, di “pantai” itu juga sudah ada banana boat, mahkota raja, perahu hias, dan pompong. Beberapa anak milenial lainnya memilih berkeliling kawasan Telukjering dengan menggunakan pompong. Tekong pun memberikan cerita tentang Telukjering dalam pelayaran sekitar lima belas menit itu.
Anak-anak milenial ini datang dari Dayun, Kabupaten Siak, dengan menempuh empat jam perjalanan ke Telukjering. Mereka tertarik ke tempat ini setelah mengikuti perkembangan di media sosial, yakni Instagram dan Facebook. Foto-foto, video, dan testimoni dari netizen seakan terus memanggil mereka untuk mencoba destinasi yang terbilang baru dan unik ini. Tak perlu banyak perencanaan, briefing, atau rapat bolak-balik. Begitu mereka ingin, dana memadai, langsung berangkat. Begitulah khas anak milenial berwisata. Mereka menggunakan bus untuk datang bersama. Satu kelas pun datang di akhir masa libur sekolah itu.
“Asyik ramai-ramai Bang,” ujar Adi, salah satu remaja.
Cerita senada datang dari Anggun. Remaja 18 tahun ini bahkan sudah empat kali ke Telukjering. Dia datang bersama beberapa saudaranya. Rumah Anggun memang tak terlalu jauh, yakni di kawasan Pantai Marpoyan, sekitar dua puluh menit perjalanan ke tempat ini.
“Awalnya tahu dari Instagram juga. Banyak foto dan spot cantik. Aku kan jadi kepo,” ujar Anggun, Ahad (14/7).
Menurut Anggun, destinasi wisata ini selalu membuatnya ingin kembali datang. Ada nuansa pantai di sini. Bermain dengan pasir selalu jadi sensasi yang menarik baginya. Sejatinya, tempat tinggal Anggun, Pantai Marpoyan, juga punya sejarah “pantai”. Ada lagi kawasan Pantai Raja dan Pantai Cermin. Semuanya di aliran Sungai Kampar. Tapi tidak ada yang seindah dan sefenomenal Pantai Telukjering.
Sapi kurban bantuan Presiden Prabowo berbobot 830 kilogram akan disembelih di Masjid Al-Jami’ Desa Babussalam,…
Bupati Kuansing Suhardiman Amby resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPM Provinsi Riau dalam…
Koperasi Desa Merah Putih di Siak diresmikan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan menjaga stabilitas…
SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru bersama DUDI menggelar penyelarasan kurikulum guna meningkatkan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan…
KBI Riau membagikan 40 paket sembako kepada warga sekitar Candi Muara Takus dalam rangka menyambut…
Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, peternakan hewan kurban di Pekanbaru mulai ramai pembeli meski tantangan usaha…