vaksin-dan-test-kit-covid-19-murah-bakal-pulihkan-ekonomi-singapura
Menghadapi hal tersebut, Singapura menyatakan akan bergantung pada ketersediaan test kit cepat yang terjangkau dan peluncuran vaksin sebagai kesempatan memulihkan keadaan ekonomi. Dikutip JawaPos.com dari SCMP, pernyataan tersebut disampaikan Chan Chun Sing, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura.
“Jika salah satu dari ini atau keduanya terjadi dalam beberapa bulan ke depan, maka saya pikir ada peluang yang jauh lebih baik bagi kita untuk pulih lebih cepat,” katanya dalam sebuah wawancara.
Untuk saat ini ekonomi di Singapura dikatakan sedang menghadapi banyak tantangan. Meski demikian, Chan justru mengklaim data terbaru menunjukkan peningkatan mengejutkan dalam ekspor.
“Kami diam-diam didorong oleh beberapa angka positif yang datang untuk kuartal pertama,” katanya kepada Haslinda Amin dari Bloomberg Television. Dirinya menambahkan bahwa pemerintah tidak berpuas diri lantaran risiko penurunan justru lebih banyak.
Ekonomi Singapura yang sangat bergantung pada perdagangan telah terpukul akibat pembatasan yang diberlakukan secara global untuk menahan pandemi Coronavirus. Data awal menunjukkan produk domestik bruto jatuh 2,2 persen pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya, hal ini juga menjadi kinerja terburuk sejak krisis keuangan global.
Data pekan ini menunjukkan ekspor domestik non-minyak secara tak terduga naik 9,7 persen pada April, meskipun itu sebagian besar disebabkan oleh kenaikan dalam kategori obat-obatan yang mudah menguap dari basis rendah pada periode yang sama tahun lalu.
Chan mengatakan angka pengangguran di Singapura belum naik secara dramatis, sebagian besar karena langkah-langkah stimulus untuk membiayai biaya upah. Pemerintah berencana untuk mengumumkan skema membantu lulusan baru masuk ke pekerjaan baru atau kesempatan magang atau pelatihan.
Hanya saja, dia mengatakan pasar tenaga kerja tetap menjadi perhatian bagi Singapura dan ekonomi global dalam beberapa bulan mendatang, dengan konsekuensi besar. “Apa yang dimulai sebagai krisis kesehatan kini beralih ke masalah ketenagakerjaan dan penutupan bisnis,” katanya.
“Jika dua masalah ini tidak ditangani dengan baik, itu dapat menyebabkan peningkatan tindakan proteksionis, kemungkinan efek penularan, dan lebih banyak rasa sakit di pasar keuangan,” urainya.
Singapura pada Selasa (19/5) juga mengatakan akan mulai membuka kembali beberapa bisnis mulai 2 Juni, menghasilkan tiga perempat dari perekonomian melanjutkan operasi. Sektor-sektor seperti manufaktur, keuangan, asuransi, dan perdagangan grosir akan dapat memulai kembali lebih banyak operasi.
Chan mengatakan pihak berwenang sedang berupaya membangun koridor perjalanan dengan negara-negara lain, seperti Cina, Australia, Selandia Baru dan Korea Selatan, setelah mereka menetapkan protokol bersama..
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…
Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…
KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…
Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…