Categories: Nasional

200 Perawat Positif Covid-19, Satu Meninggal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Selama sekitar sepuluh bulan terjadinya pandemi Covid-19, sudah 200 perawat di Pekanbaru yang positif terpapar virus ini. Satu di antaranya meninggal dunia setelah dirawat.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Pekanbaru, Dipa Handra menyatakan, perawat menjadi garda terdepan dan paling rentan terpapar virus ini. Di awal pandemi melanda, musibah yang melanda perawat termasuk paling banyak. Belakangan angkanya bisa ditekan karena pemahaman tentang virus ini makin baik.

“Sampai sekarang masih ada yang positif dan dirawat. Tapi tidak seperti awal-awal dulu,” ujar Dipa Handra kepada Riaupos.co, Sabtu (21/11/2020).

Angka positif Covid-19 sebanyak 200 orang itu baru pada perawat saja. Tidak termasuk dokter dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya. Tapi perawat tentunya lebih rentan karena berhadapan langsung dengan pasien dengan frekuensi dan durasi waktu yang lebih lama. Perawat yang lebih dahulu menerima pasien. Jika perlu tindakan, maka perawat juga yang pertama kali dan intens.

Memang, kini fasilitas alat pelindung diri (APD) sudah dilengkapi. Terutama di fasilitas pemerintah seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru. Sejak awal APD lengkap, seperti masker bedah, pelindung wajah (face shield), respirator N95, sarung tangan, hazmat, sepatu bot, dan lainnya. Tapi perawat tak hanya bertugas di rumah sakit rujukan. Banyak juga yang bertugas di puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

“Di awal-awal pandemi ini, ada juga beberapa perawat di puskesmas yang terpaksa hanya menggunakan jas hujan. Makanya kemudian kami distribusikan APD. Kalau sekarang sudah baik,” ujarnya.

Dipa yang bertugas di ruang operasi ini menuturkan, setiap ada pasien terduga Covid-19, debar jantung pasti tak keruan. Kapan saja, virus ini bisa hinggap dan menjangkiti para perawat juga. Proteksi diri pun jadi keharusan.

Dia punya pengalaman membantu operasi sesar pasien Covid-19. Ibunya positif, dan ternyata anaknya juga positif. Tapi keduanya kemudian sembuh. Begitu juga para perawat yang aman.

“Itu pengalaman pertama yang menimbulkan kecemasan dan ketegangan. Tapi kami harus mengambil tanggung jawab itu,” ujar Dipa.

 

Laporan: Muhammad Amin (Pekanbaru)

Editor: Afiat Ananda

Share
Published by

Recent Posts

Kesepakatan Tercapai, Kompensasi Korban Pencemaran Sungai Tapung Mulai Direalisasikan

Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…

4 jam ago

Jenguk Korban Dugaan Pengeroyokan, Kapolda Riau Pastikan Kasus Diusut Profesional

Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…

4 jam ago

Sidang Korupsi BPR Indra Arta Masuk Tahap Replik, Satu Terdakwa Gugur karena Meninggal Dunia

Sidang dugaan korupsi Perumda BPR Indra Arta Inhu memasuki tahap replik. Satu terdakwa meninggal dunia…

6 jam ago

Perbaikan Jalan di Dua Titik Picu Kemacetan Panjang di Jalur Riau-Sumbar dan Pekanbaru-Bangkinang

Perbaikan jalan menyebabkan kemacetan panjang di perbatasan Riau-Sumbar dan Km 35 Pekanbaru-Bangkinang. Pengendara diminta mengatur…

12 jam ago

Lima Qori dan Qoriah Kuansing Lolos Perkuat Riau di MTQ Nasional 2026

Kuansing sukses menjadi tuan rumah MTQ Riau 2026 dan meloloskan lima qori-qoriah untuk memperkuat kafilah…

16 jam ago

Masih Ada 3.350 Kursi Kosong di SD Negeri Pekanbaru, Ini Sebaran Lengkapnya

Pemko Pekanbaru mencatat masih ada 3.350 kursi kosong di 108 SD Negeri usai pengumuman SPMB…

16 jam ago