DI UGD: Suasana saat jamaah menjalani perawatan di ruang UGD KKHI Makkah, Ahad (21/7/2019). (HILMI SETIAWAN/JPG)
Jamaah calon haji (JCH) Indonesia yang menjalankan ibadah di Masjidilharam semakin membeludak. Mereka diimbau untuk memilih waktu yang tetap dalam menjalankan ibadah di Masjidilharam. Di antaranya memilih waktu selepas Salat Isya hingga pagi hari.
Laporan M HILMI SETIAWAN, Makkah
KEPALA Seksi (Kasie) Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah Muhammad Imran menuturkan imbauan tersebut penting karena jamaah yang masuk dan dirawat di KKHI Makkah umumnya dipicu dehidrasi.
“Setelah kami lakukan perawatan dengan rehidrasi, jamaah bisa kembali ke kloter masing-masing,†jelasnya saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, kemarin (21/7).
Imran mengatakan umumnya jamaah yang masuk ke KKHI Makkah menjalani perawatan 2-3 hari. Sampai kemarin KKHI Makkah telah merawat 76 orang jamaah. Dari jumlah tersebut 15 orang di antaranya masih menjalani rawat inap. Kemudian ada 38 orang jamaah yang dirujuk ke RS Arab Saudi (RSAS). Di mana 21 orang di antaranya belum dipulangkan.
“Prosedurnya setelah keluar dari RSAS, jamaah diobservasi dahulu di KKHI,†katanya.
Imran menuturkan jamaah yang sampai dirujuk ke RSAS mengalami gangguan pneumonia dan jantung. Sedangkan jamaah yang masuk ke KKHI Makkah umumnya ada keluhan hipertensi, diabetes melitus, ISPA, dan gangguan paru menahun. Dia menjelaskan penyakit-penyakit itu biasanya muncul akibat dehidrasi.
Warga Duri tertipu Rp7 juta dengan modus janji kerja. Pelaku berhasil ditangkap polisi setelah korban…
Pelatih Timnas U-17 Kurniawan targetkan juara AFF 2026. Tekankan mental juara sebagai persiapan menuju Piala…
Mangrove di Inhil menyusut drastis, picu abrasi dan banjir. Warga mulai menanam kembali demi menyelamatkan…
Wako Pekanbaru tinjau lokasi kebakaran di Senapelan dan pastikan bantuan untuk korban. Satu rumah hangus,…
Kuansing gagal meraih Adipura 2025 akibat masalah sampah. Kondisi kebersihan Telukkuantan dinilai belum memenuhi standar…
Kebakaran terjadi di ruang panel Fakultas Saintek UIN Suska Pekanbaru. Diduga akibat korsleting listrik saat…