Categories: Nasional

Pengamat Kritik Pemerintah yang Prioritaskan Usia Dalam PPDB 2020

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pengamat Pendidikan Komisi Nasional (Komnas) Pendidikan Andreas Tambah menyampaikan kritikannya terkait sistem PPDB 2020 yang memprioritaskan usia yang lebih tua untuk masuk ke satuan pendidikan.

Di mana untuk tingkat SD, sekolah dapat menerima calon peserta didik baru (CPDB) dari usia 6 sampai 12 tahun, untuk SMP batas usianya hingga 15 tahun dan SMA/SMK batasnya umurnya sampai 21 tahun.

Kata dia, jika hal tersebut terjadi, akan ada jarak umur yang berbeda di dalam satu kelas. Di mana nantinya, para murid yang lebih tua akan merasakan kurang percaya diri, atau juga bisa lebih berkuasa.

Dirinya pun memberikan contoh, ketika anak kelas satu yang ideal umurnya 6 sampai 7 tahun harus belajar bersama dengan anak yang usianya 12 tahun, di mana mereka seharusnya berada pada kelas 5 dan 6 SD, hal itu dapat membuat permasalahan.

Pasalnya, dikhawatirkan murid yang lebih tua akan merasa kurang percaya diri, atau mungkin sebaliknya, yang dapat mempengaruhi psikologis mereka akibat perbedaan umur tersebut.

“Hal itu nggak bener, saya nggak setuju. Itu kalo misalnya terjadi seperti itu, nanti akan ada sebuah gap (jarak), bisa saja secara psikologis minder, bisa saja secara psikologis menjadi superior, dikhawatirkan ini terjadi pembulian, ini bisa menimbulkan masalah baru,” jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Senin (22/6).

Kata dia, sistem ini perlu dikaji lebih lanjut agar meminimalisir hal-hal seperti itu terjadi. Sebab, yang niatnya untuk meningkatkan pendidikan, bisa saja menjadi penurunan kualitas.

“Ini bisa menimbulkan masalah baru, jadi misalnya rentangnya 6 sampai 12 tahun untuk SD (dalam satu kelas) itu perlu dipikirkan, demikian juga untuk SMP dan SMA atau SMK, secara psikologis itu nanti perlakuannya berbeda,” jelasnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

22 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

22 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

23 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

23 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago