Ada Kelompok Bersorban Ikut Bantu Menghalau Massa
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Keberadaan ribuan pria bersorban di Jakarta menjadi perbincangan ramai. Pasukan bersorban itu mengenakan kostum mirip kiyai. Mereka mengenakan sorban, gamis, dan pakaian serba putih. Penampilan mereka terlihat seperti kiyai.
Mereka turun ke jalan membantu aparat kepolisian menghalau peserta aksi 22 Mei di beberapa titik di Jakarta. Penampilan para pasukan bersorban ini menjadi tanya para warganet. Sebab, sebagian dari mereka mengenakan putup wajah.
Selain itu, ada pula yang mengenakan kacamata dan menggunakan sepeda motor trail, seperti sepeda motor pasukan Brimob. Selain itu wajah mereka masih tampak masih muda. Usianya diperkirakan rata-rata 30-45 tahun.
Ketika turun ke jalan, pasukan bersorban ini menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sambil mengepalkan tangan. Suara mereka cukup keras, mirip pasukan TNI. Pasukan bersorban ini ikut membantu polisi menghalau perusuh di flyover Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019) pagi.
Beberapa warganet menyebut pasukan bersorban ini adalah laskar FPI yang membantu aparat. Namun ada pula yang beranggapan bahwa pasukan bersorban itu adalah polisi yang mengenakan pakaian seperti kiyai.
Pada demo di Kantor Bawaslu beberapa waktu lalu, pasukan bersorban dari aparat kepolisian juga tampak berjaga-jaga di lokasi demo. Namun seragam mereka mirip semua. Mereka mengenakan peci dan sorban putih.
Perusuh dari Luar Jakarta
Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyampaikan para perusuh di flyover tersebut bukan dari santri atau laskar FPI (Front Pembela Islam). ’’Ini massa dari luar daerah, bukan dari FPI. Kami bersama FPI, kami dibantu ulama,’’ kata Kombes Hengki.
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.