Categories: Nasional

DPR Minta Jokowi Bubarkan Staf Khusus Milenial

JAKARTA(RIAUPOS.COWakil Ketua Komisi II DPR Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membubarkan Staf Khusus (stafsus) Milenial yang dibentuk. Hal ini dikatakan Yaqut setelah dua Stafsus Presiden Jokowi yakni Andi Taufan Garuda Putra ‎dan Adamas Belva Syah Devara membuat polemik di publik.

“Jadi, bubarkan saya Stafsus Milenial ini. Tidak ada faedahnya,” ujar Yaqut kepada wartawan, Rabu (22/4).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini yakin, jika Presiden Jokowi membubarkan Staf Khusus Presiden tersebut, maka publik akan mengapresiasinya. “Maka publik akan mengapresiasi sebagai pemimpin yang benar dan mampu mendengarkan suara publik,” katanya.

Menurut Yaqut membentuk stafsus milenial adalah kesalahan Presiden. Namun, kesalahan itu semestinya perlu segera diperbaiki supaya tidak menjadi konflik.

“Menurut saya soal keputusan salah itu biasa. Yang penting adalah respons dari kesalahan itu,” ungkapnya.

‎Diketahui ‎polemik muncul dari dua Stafsus Presiden Jokowi Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara. Andi Taufan Garuda Putra membuat kontroversi usai menerbitkan surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh camat di Indonesia. Surat tersebut berisikan tentang kerja sama sebagai relawan desa lawan Covid-19.

Kontroversi timbul ketika PT Amartha Mikro Fintek disebut sebagai perusahaan yang akan bekerja sama sebagai relawan desa lawan Covid-19. Perusahaan tersebut diketahui milik Andi.

Dengan kata lain, Andi meneken surat pemberitahuan mengatasnamakan Stafsus Presiden untuk perusahaannya sendiri, dan dititipkan kepada camat di seluruh Indonesia. Kemudian polemik lainnya adalah pemerintah menggandeng Skill Academy by Ruangguru sebagai mitra pemerintah untuk program Kartu Prakerja.

Namun hal ini menjadi sorotan karena Ruangguru tersebut ‎dimiliki oleh Stafsus Presiden Jokowi, Adamas Syah Belva Devara. Belakangan, CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara sudah menyatakan pengunduran diri dari jabatan sebagai Staf Khusus Presiden‎.

JawaPos.com – Wakil Ketua Komisi II DPR Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membubarkan Staf Khusus (stafsus) Milenial yang dibentuk. Hal ini dikatakan Yaqut setelah dua Stafsus Presiden Jokowi yakni Andi Taufan Garuda Putra ‎dan Adamas Belva Syah Devara membuat polemik di publik.

“Jadi, bubarkan saya Stafsus Milenial ini. Tidak ada faedahnya,” ujar Yaqut kepada wartawan, Rabu (22/4).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini yakin, jika Presiden Jokowi membubarkan Staf Khusus Presiden tersebut, maka publik akan mengapresiasinya. “Maka publik akan mengapresiasi sebagai pemimpin yang benar dan mampu mendengarkan suara publik,” katanya.

Menurut Yaqut membentuk stafsus milenial adalah kesalahan Presiden. Namun, kesalahan itu semestinya perlu segera diperbaiki supaya tidak menjadi konflik.

“Menurut saya soal keputusan salah itu biasa. Yang penting adalah respons dari kesalahan itu,” ungkapnya.

‎Diketahui ‎polemik muncul dari dua Stafsus Presiden Jokowi Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara. Andi Taufan Garuda Putra membuat kontroversi usai menerbitkan surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh camat di Indonesia. Surat tersebut berisikan tentang kerja sama sebagai relawan desa lawan Covid-19.

Kontroversi timbul ketika PT Amartha Mikro Fintek disebut sebagai perusahaan yang akan bekerja sama sebagai relawan desa lawan Covid-19. Perusahaan tersebut diketahui milik Andi.

Dengan kata lain, Andi meneken surat pemberitahuan mengatasnamakan Stafsus Presiden untuk perusahaannya sendiri, dan dititipkan kepada camat di seluruh Indonesia. Kemudian polemik lainnya adalah pemerintah menggandeng Skill Academy by Ruangguru sebagai mitra pemerintah untuk program Kartu Prakerja.

Namun hal ini menjadi sorotan karena Ruangguru tersebut ‎dimiliki oleh Stafsus Presiden Jokowi, Adamas Syah Belva Devara. Belakangan, CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara sudah menyatakan pengunduran diri dari jabatan sebagai Staf Khusus Presiden‎.

 

Sumber:JawaPos.com 

Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

3 hari ago