Categories: Nasional

Bisa Sebabkan Karhutla, Pencinta Alam Mestinya Tak Merokok

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pencinta alam yang kerap berpetualang dan mendaki gunung diharapkan untuk tidak merokok. Hal ini lantaran puntung rokok yang dibuang saat mendaki di gunung membakar tanaman kering yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Setuju tidak kalau pencinta alam itu harusnya tidak merokok? Mestinya setuju dong,” ujar Plh Direktur Pengendalian Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Raffles Brotestes Panjaitan kepada awak media, Senin (21/10/2019).
Imbauan ini, sebut Raffles, merujuk pada fakta puntung rokok yang dibuang sembarangan menjadi salah satu penyebab terjadinya karhutla. Sebagaimana karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Kawah Putih Ciwidey, Taman Nasional Komodo, Bukit Kandis, Hutan Pinus Tana Toraja, Cadas Gantung, hingga Gunung Rinjani.
“Kalau memang mencintai alam semestinya tidak menyebabkan karhutla. Saya dahulu juga pencinta alam, karena itu saya berhenti merokok,” terangnya.
Raffles menjelaskan, salah satu penyebab utama terjadinya karhutla adalah adanya api di hutan dan lahan. Keberadaan api ini dibuat oleh manusia. Entah yang sengaja dinyalakan untuk membakar lahan atau yang tidak sengaja. Api yang sengaja dinyalakan misalnya, di antaranya oleh masyarakat yang tidak punya modal untuk membuka lahan.
“Dia (masyarakat) memang tidak punya modal lain selain membakar dan itu masih terjadi. Mereka mengganggap itu bagian dari culture (budaya, Red.). Kemudian ada juga orang-orang yang mencari keuntungan dan dia dibayar (untuk membakar) oleh orang-orang tertentu,” urai Raffles.
Terkait orang-orang yang sengaja membakar karena dibayar inilah yang saat ini menjadi perhatian serius dari Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK. Lantaran Gakkum terkadang mengalami kesulitan dalam pengungkapan kasusnya selama ini.
Kesulitan ini salah satunya dikarenakan orang-orang yang dibayar tersebut tidak membuka mulut terkait siapa dalang di balik pembakaran yang terjadi. “Inilah yang saat ini tengah diproses. Gakkum itu kadang-kadang kesulitan membuktikannya,” sebut Raffles.
Sementara api yang tidak disengaja salah satunya dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. “Ketika terjadi kekeringan, maka tumbuh-tumbuhan menjadi bahan bakar yang kering, apalagi ada angin yang kencang. Akibatnya ketika ada api, bisa menyebabkan kebakaran,” tegasnya.

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

5 jam ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

13 jam ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

13 jam ago

Gaji Juni dan Gaji Ke-13 ASN Rohul Cair Bulan Ini

Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…

13 jam ago

40 Bikers Honda Adu Kemampuan di Safety Riding Regional Competition 2026

Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…

13 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru Raih Penghargaan Menteri Kesehatan atas Capaian Imunisasi Nasional

RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…

14 jam ago