Categories: Nasional

Tiga Kapal Berbendera Malaysia Ditenggelamkan

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai memusnahkan 3 unit kapal tangkap ikan berbendera Malaysia dengan cara ditenggelamkan di perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Rabu (20/7).

Ketiga kapal tersebut tertangkap oleh petugas pengawas kelautan dan perikanan Belawan, lalu kasusnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Dumai pada Maret 2022. Kapal beserta nahkoda diamankan lantaran kedapatan mencuri ikan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) perairan Kota Dumai.

Barang bukti tiga unit kapal motor dirampas untuk dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan. Ketiga kapal tersebut ditenggelamkan di perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Penenggelaman dan pemusnahan kapal tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai Dzakiyul Fikri SH MH dan jajarannya.

Kajari Dumai Dzakiyul Fikri melalui Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Dumai Iwan Roy Carles SH menjelaskan, penenggelaman dan pemusnahan 3 kapal tangkap ikan berbendera Malaysia itu merupakan eksekusi tindak pidana perikanan yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Kasus tersebut merupakan pelimpahan dari petugas pengawas kelautan dan perikanan Belawan, yang mana tahap duanya pada Maret 2022 dan sidang putusan 12 Juli 2022. Sidang putusan digelar di Pengadilan Negeri Dumai," kata Kasi Pidum.

Ada tiga orang terdakwa dalam kasus tersebut, masing–masing bernama Jaka Sitorus, Muhammad Fitriadi dan Hermansyah, ketiganya warga Negara Indonesia dan bekerja sebagai tekong di kapal tersebut.

"Ketiga terdakwa di denda masing-masing Rp200 juta dan ketiga kapal Motor tersebut kita rampas untuk dimusnahkan," pungkasnya.

Tiga kapal motor yang dirampas untuk dimusnahkan adalah, kapal motor warna biru merah nomor lambung PKFB 1337. Kapal motor warna biru merah nomor lambung KF 2447, dan kapal motor warna biru merah nomor lambung PKFA 7496.

Pemusnahan kapal tersebut disaksikan perwakilan Dandim 0320 Dumai, KSOP Bengkalis, wartawan dan instansi terkait lainnya.(zed)

Laporan RPG, Dumai

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Anak Kuansing Jago Bahasa Asing Bakal Punya Peran Khusus di Pacu Jalur 2026

Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…

12 jam ago

Kecelakaan di Kelok 17 Limapuluh Kota, Empat Warga Pekanbaru Jadi Korban

Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…

12 jam ago

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

1 hari ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

1 hari ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

1 hari ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

1 hari ago