Categories: Nasional

Jaksa Tolak Dalil Pembelaan Terdakwa Ratna Sarumpaet

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019). Agenda persidangan kali ini yaitu replik dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam draft repliknya, JPU menolak semua dalil nota pembelaan atau pleidoi yang disampaikan pengacara Ratna Sarumpaet. JPU bersikukuh meminta Majelis Hakim menjatuhkan hukuman pidana 6 tahun sesuai dengan tuntutan jaksa.

’’Jelas sekali bahwa apa yang didalilkan oleh penasihat hukum terdakwa dalam pledoi/nota pembelaannya adalah tidak berdasar sehingga harus ditolak. Semua hal yang penuntut umum nyatakan, baik itu surat dakwaan maupun surat tuntutan telah tepat dan sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan telah terang dan nyata,’’ kata anggota JPU, Reza Murdani.

’’Oleh karena itu sudilah kiranya majelis hakim menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Ratna Sarumpaet sesuai dengan surat tuntutan penuntut umum,’’ imbuhnya.

Reza menyampaikan dalil pledoi Ratna tidak berdasar sehingga layak dimentahkan oleh Majelis Hakim. Ungkapan tim kuasa hukum yang menyebut Ratna tidak tepat dikenakan pasal 14 ayat 1 UU 1/1946 tentang peraturan hukum pidana karena sudah ada aturan baru yaitu UU nomor 30/2002 tentang penyiaran dan UU nomor 40/1999 tentang Pers, dinilai tidak benar.

Jaksa lantas merujuk keterangan Ahli Hukum Pidana Merti Rahmawati Argo. Menurut ahli UU penyiaran hanya khusus dilakukan medsos atau penyiaran sedangkan penyiaran yang dimaksud di dalam pasal 14 ayat 1 UU 1/1946 tentang peraturan hukum pidana memiliki pengertian memberitahu. ’’Bahwa perbuatan terdakwa tersebut telah terbukti secara meyakinian sebagaimana diuraikan dalam tuntutan kami,’’ sambung Reza.

Lebih lanjut, jaksa membantah pleidoi Ratna yang menyebut penyidik tidak bisa dijadikan saksi karena objektivitasnya dipertanyakan. Jaksa berpendapat terbalik. Penyidik diperbolehkan dijadikan saksi, karena hal itu sudah sering terjadi misalnya pada perkara narkotika, di mana mereka melihat sendiri, mendengar dan mengalami sendiri perkara tersebut.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

6 jam ago

Bawa Lari 12 Ekor Sapi Kurban senilai Rp195 Juta, “Adi Black” Ditangkap Polsek Rumbai

Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…

7 jam ago

Marak Pasangan Mesum di Penginapan, Anggota DPRD Pekanbaru Minta Pemko Cek Izin THM dan Hotel

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…

7 jam ago

Sempat Kirim Pesan Pamit, Perempuan Muda di Meranti Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kedabu

Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…

7 jam ago

Rektor Prof Sri Indarti Kukuhkan Lima Guru Besar Universitas Riau dari Berbagai Keilmuan

Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…

7 jam ago

Dishub Pekanbaru Jaring 47 Truk Tonase Besar Pelanggar Lalu Lintas

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…

8 jam ago