Serahkan kue: Tim Riau Pos menyerahkan kue ulang tahun ke-10 RS Syafira yang diterima pemilik RS Syafira dr Khairul Nasir SpOG didampingi sang istri Lucky Kartika Sari SE, Direktur RS Syafira dr Rina Elfiani, keluarga dari pemilik RS Syafira, serta beberapa jajaran manajemen di Grand Ballrom Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis (19/12/2019). (MHD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Rumah Sakit (RS) Syafira merayakan ulang tahun ke-10 di Hotel Pangeran, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Kamis (19/12).
Direktur RS Syafira dr Rina Elfiani memyampaikan, rumah sakit yang berdiri selama satu dekade ini telah memulai dari nol hingga berkembang pesat dan mendapatkan akreditasi paripurna bintang lima.
"RS Syafira telah berkembang dari Zero to Hero," kata Rina.
Rina mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir ini, RS Syafira meraih berbagai pencapain. Seperti menjadi rumah sakit rujukan tertinggi bagi peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).
"Kita dapat penghargaan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) Award dari BP Jamsostek, yaitu jumlah pelayanan peserta Jamsostek terbanyak," ucap Rina.
Selain itu untuk program corporate social responsibility (CSR), Rina mengatakan telah melakukan donor darah secara rutin, sebagai wujud nyata RS Syafira dalam membantu masyarakat yang memerlukan darah atau pun yang ingin mendonorkan darah. "Donor darah kita lakukan rutin per tiga bulan," katanya.
Rina berharap, RS Syafira dapat menjadi rumah sakit favorit dan dapat memberikan pelayanan prima. Ia juga menuturkan, RS Syafira akan menjadi Industrial Hospital seiring era 4.0 yang erat kaitannya dengan digitalisasi.
"Ke depan RS Syafira akan dijadikan industrial hospital. Era 2020, era 4.0 semua terdigitalisasi hingga 100 persen di era ini. Untuk itu kita perlu dukungan dari rekan-rekan dan karyawan agar saling bahu-membahu membawa RS Syafira lebih baik lagi," ujarnya.
Sementara itu, Owner RS Syafira dr Khairul Nasir bercerita, awal mula berdiri RS Syafira adalah dari hasil kerja kerasnya dan istri. Membuka dua ruko yang digunakan sebagai klinik untuk praktik dengan nama Klinik Syafira, hingga melakukan kredit untuk membeli tanah dan membangunnya sedikit demi sedikit hingga bisa berkembang sampai saat ini dengan nama Rumah Sakit Syafira.
"Dulu saya ambil dua ruko untuk klinik. Kredit di bank, saya beli tanah di belakangnya dan membangun enam lantai. Dari klinik menjadi RS khusus Ibu dan Anak, berubah lagi menjadi RS khusus Bedah dan Kebidanan, sampai saat ini dinamakan RS Syafira," ucap Khairul.(*2/jrr)
Laporan MUSLIM NURDIN, Pekanbaru
Ratusan mahasiswa Unri menggelar demo di Kantor Gubernur Riau. Mereka menuntut pendidikan gratis 12 tahun…
Pemkab Kuansing melarang truk angkutan berat melintas Telukkuantan 17-24 Agustus selama Pacu Jalur 2026 demi…
Sebanyak 15 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Bangkinang…
PT Asialand dinyatakan pailit. Kurator mulai mendata aset, sementara nasib pemilik The Peak dan kreditur…
Kasus kelebihan bayar seragam SMAN di Riau memasuki pemeriksaan disiplin. PNS yang terbukti melanggar terancam…
Monyet yang ditangkap usai menyerang warga Tembilahan negatif tiga penyakit zoonosis, tetapi masih menjalani observasi…