Categories: Nasional

Efek Gerhana Banyak, tapi Banyak Pula yang Tidak Merasakan

SIAK (RIAUPOS.CO) — Fenomena atau gejala alam semesta yang berinteraksi pada bumi adalah suatu kejadian yang tidak dapat dielakkan. Efeknya tentu ada, baik kecil maupun besar, langsung atau tidak langsung. Sebagai ilmuan mengenal efek alam semesta adalah suatu peristiwa alam yang dahsyat, sebagian lain menilai tidak dapat dijadikan unggulan aplikatif hidup karena sulit direkayasa atau sulit dijadikan kebutuhan hidup keseharian.

Ada banyak interaksi alam semesta satu sama lain termasuk ke bumi seperti bulan, matahari, meteor, planet-planet, komet, bintang-bintang yang dekat maupun yang jauh, atau juga kabut dan alam semesta. Dalam fisika semuanya saling berinteraksi ke bumi dan bumi juga berinteraksi dengan komponen alam itu pada sisi elektromagnetik (listrik dan magnet bumi) dan mekanik (massa bumi). Sebegitu jauh, interaksi ini adalah dalam suatu kesetimbangan yang baru berikutnya, baik sementara ataupun permanen. Peristiwa-peristiwa alam ini sangat terkait satu sama lainnya dalam komponen alam yang berfungsi dan aktivitas sendiri-sendiri ataupun komulatif.

Salah satu fenomena yang cukup menjadi perhatian manusia adalah Gerhana Matahari, tepatnya Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang diperkirakan terjadi Kamis, 26 Desember 2019 di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Siak, Riau. Daerah ini menjadi titik fokus gerhana secara geometri. Pemahaman fisika selalu datang kemudian, karena efek yang ditimbulkan tidak banyak atau merusak tatanan alam bumi, bulan, matahari, dan tata surya. Namun, tinjauan fisika juga perlu didekati dengan beberapa aspek yaitu pemahaman astronomi pada zaman dahulu dan bagaimana sisi Islam melihat peristiwa alam Gerhana Matahari.

Zaman kuno, Yunani sebelum Masehi bahkan pada awal-awal Masehi, ilmu perbintangan dan alam semesta selalu menjadi objek dan subjek bagi manusia untuk mengukur waktu, geometri bumi, prediksi dan kompas perjalanan bagi manusia yang berada di darat maupun di laut. Ini menunjukkan efek ilmu perbintangan sudah cukup dikenal bahkan cukup bermanfaat pada masa lalu. Pada sisi agama Islam, Rasulullah juga memberikan sunnahnya bila terjadi gerhana baik bulan maupun matahari. Justru Rasulullah lebih khawatir terjadinya gerhana dibandingkan terjadinya hujan. Terjadinya gerhana Rasul malah takut sehingga diminta kita banyak beristighfar dan salat gerhana. Lain halnya hujan, Rasul lebih gembira dengan bersyukur karena rahmat turun. Bahkan ketika lailatul qadar turun, di saat itu hujan sedang turun.

Kembali ke Gerhana Matahari Cincin, efek yang muncul cukup banyak, hanya saja manusia tidak merasakan langsung. Secara fisika terjadi gangguan mekanik (seperti gravitasi bumi, bulan dan matahari), gangguan elektromagnetik (seperti radiasi matahari terhalang pada waktu yang tidak diharapkan) sehingga beberapa radiasi tertahan, dipantulkan, disatukan, dipisahkan akan terjadi di alam semesta yang berefek ke bumi. Efek yang bisa muncul adalah pada air laut dengan pH yang turun, terjadi karena gelombang gamma tidak dapat menembus bumi, dan panas pada daerah radiasi terhalang bulan akan meningkat temperaturnya, sehingga radiasi matahari saat mulai dan saat berakhir akan mengganggu bahkan merusak mata. Semoga peristiwa ini dapat menambah keimanan kita tentang fenomena gerhana matahari cincin. Aamin. ***

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

9 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

9 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

9 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

9 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

9 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

11 jam ago