Categories: Nasional

Bongkar 69 Kasus Mafia Tanah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Korps Bhayangkara benar-benar ingin membersihkan mafia tanah. Dalam kurun hampir sebelas bulan, terungkap 69 kasus mafia tanah. Sebanyak 61 oknum telah menjadi tersangka.

Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan, lima kasus mafia tanah di antaranya masuk tahap penyelidikan. Lalu, 35 kasus dalam tahap penyidikan dan 14 kasus di tahap pertama.

"Sebanyak 15 kasus telah masuk tahap kedua, dilimpahkan barang bukti dan tersangkanya ke kejaksaan," paparnya.

Di antara 61 tersangka mafia tanah, 7 orang telah ditahan, 23 orang tidak ditahan, dan 29 orang telah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Lalu, ada dua orang yang masuk daftar pencarian orang," ujarnya.

Semua itu menunjukkan keseriusan Polri dalam memberantas mafia tanah. Apalagi setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajaran kepolisian untuk tidak ragu mengusut tuntas para pelaku yang meresahkan publik tersebut. "Polri tindak tegas mafia tanah," tuturnya.

Terpisah, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia Boyamin Saiman mengapresiasi langkah Polri. Langkah itu harus terus dilakukan untuk melindungi masyarakat menjadi korban mafia tanah. "Jangan berhenti," katanya.

Meski mengapresiasi, Boyamin juga berharap pemberantasan mafia tanah dilakukan sampai ke aktor intelektual. Apalagi, banyak pihak yang yakin bahwa mafia tanah tidak mungkin bekerja tanpa bantuan oknum tertentu. "Jadi, jangan hanya mafia swastanya, tapi juga melihat kemungkinan pejabat negara terlibat mafia tanah," ungkapnya.

Kasus Ahmad Zain Tak Terkait MUI
Terpisah, isu penangkapan Ahmad Zain An Najah oleh Densus 88 memantik reaksi sejumlah pihak. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi memastikan penangkapan pengurus Komisi Fatwa MUI itu tidak berkaitan dengan kelembagaan organisasi.

Zainut menjelaskan, keterlibatan Ahmad Zain dalam dugaan tindak terorisme menjadi tanggung jawab pribadi. Karena itu, dia mendukung sepenuhnya penanganan kasus tersebut.

"Dan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah," ujarnya kemarin (19/11).

Penangkapan Ahmad Zain menyadarkan banyak pihak bahwa jaringan terorisme sudah menyusup ke berbagai kalangan dan kelompok. Tidak terkecuali MUI. Namun, tuntutan sekelompok pihak yang ingin membubarkan MUI terlalu berlebihan.

"Ibarat di rumah ada tikusnya, masak rumahnya mau dibakar," jelas Zainut.(idr/tyo/c14/bay/jpg)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

5 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

5 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

5 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

6 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

1 hari ago