Categories: Nasional

Pemerintah Telah Lakukan Antisipasi Karhutla Riau Sejak Awal Kemarau Tiba

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Indonesia sebetulnya telah melakukan upaya antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dengan cepat sejak awal musim kemarau tiba.
Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni yang dibentuk KLHK terus berpatroli darat di daerah yang terpantau satelit terdapat hotspot di lapangan ketika masuk musim kemarau dan selalu siap memadamkan titip api yang muncul. Namun, kobaran api ternyata amat cepat membesar.
“Karenanya koordinasi dengan pemerintah daerah harus ditingkatkan seperti disampaikan Presiden Jokowi. Presiden ingin koordinasi horizontal kuat dan koordinasi vertikal juga harus kuat,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, di Jakarta, Jumat (20/9/2019).
Ruandha menjelaskan, keseriusan pemerintah untuk segera memadamkan karhutla di Riau makin jelas saat kedatangan Presiden Jokowi ke beberapa lokasi sentral.
Hal itu dapat dibuktikan dengan instruksi Presiden Jokowi yang meminta secara cepat 5.600 tenaga tambahan dari prajurit TNI dan Polri dan tiga pesawat TMC untuk membantu percepatan penanggulangan karhutla.
Kemudian Ruandha menjelaskan, usaha penanggulangan karhutla di Riau juga dilaksanakan lintas sektoral dengan kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, seperti antara lain TNI, Polri, BPPT, BNPB dan BMKG untuk proses pelaksanaan hujan buatan.
“Kami (KLHK) yang monitor di mana ada lidah api. Lalu lapor ke BNPB ada titik api. Selanjutnya memeriksa bersama BMKG, mana yang ada bibit-bibit awan, arah anginnya ke mana. Setelah itu pesawat terbang menaburkan ke sebelah mana. Nanti kalau sudah kondensasi, pada waktunya akan hujan,” ucap Ruandha.
Ruandha menuturkan, siap siaga terhadap karhutla memang komitmen dan konsisten dilaksanakan KLHK. Ruandha mencontohkan, KLHK mempunyai 34 Daerah Operasi (Daops) Penanggulangan Karhutla.
“Setiap Daops terdiri dari 5 sampai 6 regu yang berisi 15 orang. Semua punya spesialisasi memadamkan api telah dilatih KLHK bekerjasama dengan instansi lainnya,” ungkap Ruandha.
Lainnya yang disampaikan Ruandha adalah, provinsi Riau mempunyai keunikan musim dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Musim kemarau di Riau berlangsung selama dua kali yakni Februari hingga Maret dan Juni sampai saat ini.(ADV)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

18 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

18 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago