Categories: Riau

DPR: Fokus Penegakan, Bukan Bangun Opini

JAKARTA (RIAUPOS.CO) —  Anggota DPR RI Faisal M Siregar protes terhadap pernyataan Menkopulhukam Wiranto dan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal. Mereka menyebut kabut asap di Provinsi Riau tidak parah seperti yang diberitakan media masa. Bahkan Iqbal menyebut, langit di Pekanbaru sudah membiru dan persoalan asap di Riau dianggap clear (selesai).

"Saya nggak tahu mau komen apa, masyarakat mengirimi berita ke saya soal anak berumur 3 hari yang meninggal karena asap," kata Faisal di Jakarta, Jumat (20/9).

Saking geramnya, politisi Gerindra itu meminta Wiranto dan Iqbal untuk menetap sementara di Pekanbaru sampai titik api di Riau dan kabut asap sudah dinyatakan tidak ada lagi.

"Minta mereka tinggal di Riau sementara ini. Ketemu langsung dengan masyarakat, sampaikan statement mereka itu langsung jangan melalui media," ucap Faisal kesal.

Sebagai penegak hukum, lanjut Faisal, Polri diminta fokus terhadap penegakan hukum, menangkap otak pelaku pembakar hutan yang menyebabkan kabut asap. Begitupun pemerintah, fokus mencari solusi dan mencabut izin prinsip bagi perusahaan yang terlibat pembakaran lahan ketimbang membangun opini yang menimbulkan kegaduhan.

"Mereka sebagai aparat penegak hukum yang harus menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan, bukan membangun opini yang malah membuat masyarakat makin kecewa atas kinerja mereka," ujarnya.

Dia menuturkan, persoalan asap di Riau seringkali disuarakannya terutama setiap sidang paripurna, rapat kerja dan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pemerintah masalah ini terus disampaikan. Namun hingga saat ini pemerintah tidak mampu menyelesaikan persoalan yang setiap tahun terjadi.

"Presiden juga sudah langsung turun, begitu juga dengan Kapolri, Panglima TNI dan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tapi mungkin soal konsep, mereka turun hanya menunjukkan sudah datang tanpa memberikan solusi dan penyelesaian atas karhutla yang terjadi," ujarnya.

Sebelumnya kepada awak media, Menkopolhukam Wiranto telah meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo ke Riau. Dari hasil peninjauannya langsung, Wiranto mengklaim, karhutla di Riau tidak separah yang digambarkan media massa.

"Saat saya meninjau dengan presiden, antara realitas yang dikabarkan dengan realitas yang ada itu sangat berbeda. Ternyata, kemarin waktu saya di Riau itu tidak separah yang diberitakan," kata Wiranto ditemui di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (18/9).

Wiranto beralasan, jarak pandang pengemudi kendaraan tidak terganggu dengan kepulan asap dari karhutla. Bahkan, klaim dia, pilot masih bisa menerbangkan pesawat dari dan menuju Riau. "Jarak pandang masih bisa, pesawat mendarat juga masih bisa," ucap dia.

Kemudian, kata Wiranto, masyarakat juga tidak terganggu kepulan asap dari karhutla. Masih banyak rakyat di Riau yang tidak memakai masker. Hal-hal tersebut yang dianggap Wiranto bahwa karhutla di Riau tidak masuk kategori parah.

"Masyarakat juga belum banyak pakai masker, kami pun tidak pakai masker. Jarak pandang pada saat siang juga sangat jelas, awan-awan terlihat," timpal dia.

Laporan: Yusnir dan JPNN (Jakarta)

Share
Published by

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

23 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

24 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago