Categories: Nasional

Orang Berjalan Cepat, Hidupnya Lebih Lama

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Dalam sebuah studi baru-baru ini, pejalan kaki yang lebih cepat hidup lebih lama, tidak peduli ukuran BMI (body mass index) mereka.

Melakukan jalan cepat bisa meningkatkan peluang Anda untuk hidup lebih lama, tidak masalah seberapa berat tubuh Anda.

Jalan cepat didefinisikan oleh para peneliti sebagai berjalan setidaknya 3 mil per jam, atau 100 langkah per menit.

Peserta penelitian dengan langkah jalan cepat memiliki harapan hidup lebih lama di semua kategori BMI, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings.

“Kelangsungan hidup adalah sama untuk pejalan kaki cepat untuk berbagai indeks massa tubuh, dari 20 hingga 40,” kata Dr. Francesco Zaccardi, seorang ahli epidemiologi klinis di University of Leicester di Inggris dan pemimpin peneliti studi tersebut, seperti dilansir laman Health, Kamis (18/7).

“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi fisik merupakan penentu umur panjang yang lebih kuat daripada indeks massa tubuh, dan juga orang-orang dengan indeks massa tubuh tinggi tetapi dengan kebugaran yang baik, bisa bertahan hidup lebih lama,” jelas Zaccardi.

Sebaliknya, peserta dengan langkah berjalan lebih lambat memiliki harapan hidup yang lebih pendek di semua kategori BMI.

Para peneliti melaporkan bahwa wanita yang berjalan lebih cepat memiliki rentang hidup sekitar 87 tahun, dibandingkan dengan 72 tahun untuk wanita yang berjalan lambat.

Pria yang berjalan cepat memiliki rentang hidup sekitar 86 tahun dibandingkan dengan 65 tahun untuk pria yang berjalan lebih lambat.

Itu merupakan perbedaan rata-rata 15 tahun untuk wanita dan perbedaan rata-rata 20 tahun untuk pria.

“Apa yang saya katakan adalah jika Anda berjalan lebih cepat, maka Anda melakukan kardio dengan intensitas sangat rendah, dan jika dilakukan secara teratur, maka hal itu akan menguatkan jantung Anda. Jadi, apakah Anda kelebihan berat badan atau memiliki berat badan normal, berjalan cepat memang memiliki efek fisik positif pada tubuh dan harapan hidup Anda,”kata Jamie Hickey, pelatih pribadi dan ahli gizi bersertifikat di Truism Fitness.

Temuan para peneliti ini menambah bukti yang menunjukkan bahwa kebugaran kardiovaskular bisa memberikan perlindungan terhadap risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas.

“Temuan ini konsisten dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa jalan cepat bisa mengurangi risiko kejadian kardiovaskular,” kata Dr. Nieca Goldberg, seorang ahli jantung dan direktur medis dari Pusat Kesehatan Wanita Joan H. Tisch di NYU Langone Health.

Perilaku berjalan juga bisa menjadi indikator efek konvergen dari banyak faktor, termasuk nonfisik (Psikologis), yang juga terkait dengan kelangsungan hidup yang lebih lama. (fny)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

   

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pemkab Inhil Usulkan Revitalisasi 157 Sekolah, Dari PAUD hingga SMP

Pemkab Inhil mengusulkan revitalisasi 157 sekolah pada 2026 guna memperbaiki bangunan rusak dan meningkatkan kualitas…

5 jam ago

59 CPNS Rohul Formasi 2024–2025 Resmi Terima SK PNS

Sebanyak 59 CPNS formasi 2024–2025 di Pemkab Rohul resmi menerima SK dan diangkat sebagai PNS…

6 jam ago

Lebih 5 Tahun Tak Diaspal, Jalan ke Pelabuhan Internasional Selatbaru Memprihatinkan

Jalan menuju Pelabuhan Internasional Selatbaru Bengkalis rusak parah dan dikeluhkan warga. Pemkab memastikan perbaikan dilakukan…

6 jam ago

ASN dan PPPK Inhu Tersangkut Narkoba, Sanksi Berat Menanti

Lima ASN Inhu diduga terlibat narkoba. Tiga orang diproses hingga pengadilan, sementara dua lainnya dikembalikan…

7 jam ago

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal di Kuansing, Pengepul Ditangkap

Polda Riau mengungkap penampungan emas ilegal hasil PETI di Kuansing. Polisi menangkap pengepul dan menyita…

8 jam ago

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

1 hari ago