Categories: Nasional

Korut Tangani Wabah Covid-19 dengan Air Garam hingga Antibiotik

PYONGYANG (RIAUPOS.CO) – Korea Utara (Korut) berupaya membendung penyebaran Covid-19 saat warga belum mendapatkan vaksinasi. Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu tak memiliki cukup obat untuk mengatasi jutaan warga yang mengalami demam.

Pada awal 2020, negara itu menutup perbatasannya untuk mencoba melindungi diri dari pandemi. Kepemimpinan Kim sejauh ini menolak dukungan medis dari asing.

Justru pemerintah telah merekomendasikan pengobatan tradisional untuk mengatasi demam. Obat-obatan rumahan itu di antaranya minuman panas, air garam, hingga antibiotik. Padahal Covid-19 adalah virus yang semestinya diobati dengan antivirus. Apa saja obat tradisional tersebut?

1. Minuman Hangat

Bagi mereka yang tidak sakit parah, seperti dilansir Rodong Sinmun, pemerintah merekomendasikan pengobatan termasuk teh jahe atau honeysuckle dan minuman daun willow. Minuman hangat diklaim dapat meredakan beberapa gejala Covid-19 seperti sakit tenggorokan atau batuk, dan membantu hidrasi saat pasien kehilangan lebih banyak cairan dari biasanya. Jahe dan daun willow juga meredakan peradangan dan mengurangi rasa sakit.

 

2. Air Garam

Media pemerintah baru-baru ini mewawancarai pasangan yang merekomendasikan berkumur dengan air garam pagi dan malam. “Ribuan ton garam telah dikirim ke Pyongyang sebagai solusi antiseptik,” demikian laporan kantor berita negara.

Korut percaya berkumur dengan air garam dapat memerangi virus yang menyebabkan flu biasa. Tetapi hanya sedikit bukti bahwa mereka memperlambat penyebaran Covid-19.

 

3. Obat Pereda Nyeri dan Antibiotik

Televisi pemerintah menyarankan pasien untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen serta amoksisilin dan antibiotik lainnya. Ibuprofen (dan parasetamol) dapat menurunkan suhu dan meredakan gejala seperti sakit kepala atau sakit tenggorokan. Tetapi, semuanya tak mencegah virus berkembang.

Antibiotik ditujukan untuk infeksi bakteri bukan virus. Dan penggunaan antibiotik yang tidak perlu berisiko mengembangkan resisten. Korut percaya antibiotik azitromisin juga mengurangi gejala Covid-19.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

4 jam ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

1 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

1 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

1 hari ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago