INDAH: Masjid Mahligai Minang dengan sentuhan teknologi pencahayaan terkini dari Signify. (JPG)
PADANG (RIAUPOS.CO) — Masyarakat Minang kini memiliki kebanggaan baru di daerahnya. Dia adalah Masjid Raya Sumatera Barat atau dikenal dengan Masjid Mahligai Minang. Masjid megah dengan arsitektur yang unik nan indah itu terletak di Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Ahmad Dahlan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Bangunan utama masjid terdiri dari tiga lantai. Pemandangannya pun kini semakin cantik dengan sentuhan teknologi pencahayaan mumpuni dari Signify (dulu Phillips Lightning). Vendor teknologi pencahayaan itu telah memberikan tampilan baru untuk Masjid Mahligai Minang.
Tak hanya tampil cantik dan ikonik, masjid megah itu juga memiliki nilai historis sendiri lantaran dibangun saat gempa bumi menerjang pada 2009. Masjid Raya ini menjadi simbol harapan dan inspirasi, dan menaranya yang mencapai 85 meter telah menjadi ikon kota tersebut.
Dirancang oleh arsitek pemenang penghargaan Rizal Muslimin, Masjid Raya ini tidak memiliki kubah seperti masjid umumnya. Namun, atapnya merupakan interpretasi kontemporer dari atap lengkung tradisional yang ditemukan pada arsitektur Minang dengan pola gonjong berbentuk atap khas rumah Minangkabau.
Dibangun di atas lahan empat hektar, tempat ibadah umat muslim ini menjadi masjid terbesar di Sumbar dan masjid kedua terbesar di Sumatera yang mampu menampung 20 ribu jamaah untuk salat pada waktu bersamaan.
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.