Categories: Nasional

Jet Tempur Prancis Mendarat Darurat di Lanud SIM

BANDA ACEH (RIAUPOS.CO) — Satu persatu pesawat tempur Rafale asal Prancis take off (lepas landas-red) dari Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Ahad(19/5) sekira pukul 11. 50 WIB.

Sebelumnya tujuh pesawat tempur milik Angkatan Laut Prancis mendarat darurat di Lanud SIM karena karena cuaca buruk, kemarin (18/5). Pesawat jenis dassault rafale berangkat dari kapal induk Charles De Gaulle yang sedang berlayar menuju Singapura.

Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief mengatakan, satu pesawat Rafale bisa take off setelah segala dokumen dan kelengkapan lainnya dianggap sudah dipenuhi. “Sementara yang dua lagi masih tertahan, karena keduanya masih mengalami troubleshooting pada pesawatnya. Masih menunggu teknisi mereka untuk memperbaikinya,” ujar Hendro Arief kepada wartawan di Lanud SIM, Ahad (19/5).

Pesawat tempur Rafale nomor ekor 42 yang take off  dipiloti Rafale 42 Captain Bon Camile. Sementara dua pesawat Rafale nomor ekor 21 dan Rafale nomor ekor 45 yang dipiloti Dennis Pierre dan Captain Denis Guiluame, masih berada di Lanud SIM, menunggu teknisi mesin.

Disebutkannya, pada dasarnya tidak ada permasalahan terkait dengan pendaratan darurat ketujuh pesawat tempur asal prancis tersebut. Sebagai lapangan udara terdekat tentu saja pertolongan dalam keadaan darurat dilakukan pihaknya.

“Tujuh pesawat melaksanakan divert ke bandara atau pangkalan terdekat, dalam hal ini Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh Besar. Secara aturan keselamatan penerbangan kita tidak bisa menolak dengan alasan emergency,” katanya.

Disampaikannya juga, sebelumnya diketahui ketujuh pesawat latihan udara ke udara (exercise air to air) itu mengambil rute kapal induk Charles De Gaulle-area-kapal induk kapal Charles De Gaulle.

Rencananya, ketujuh pesawat tempur tersebut kembali ke kapal induk sekitar pukul 11.30 WIB. Namun karena cuaca buruk, awak pesawat mengirim pesan darurat ke bandara atau pangkalan militer terdekat.

Ketujuh pesawat itu akhirnya memilih Lanud Sultan Iskandar Muda. Ketujuh pesawat akhirnya mendarat darurat sekitar pukul 11.45 WIB. “Mereka awalnya bergerak di zona bebas. Tidak masuk wilayah Indonesia. Di radar juga (awalnya) terpantau mereka tidak masuk ke wilayah teritorial kita,” ungkap Danlanud lagi.(min/jpg)
Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

4 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

4 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

5 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

5 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

1 hari ago