Categories: Nasional

Kelola Sampah Organik, Kurangi Sampah Rumah Tangga

(RIAUPOS.CO) – MASALAH lingkungan bukan hanya mengenai sampah yang sulit terurai seperti plastik. Sampah rumah tangga juga menjadi hal yang tak bisa dikesampingkan. Dengan mengelola sampah organik, maka akan dapat mengurangi sampah rumah tangga.

Hal ini disampaikan oleh salah satu warga Pekanbaru Heni Dayati Hanifah SP. Ia bersama suaminya Edi Pranoto SP mengurangi sampah rumah tangga dengan mengelola sampah organik, yaitu menjadikannya kompos.

Kompos tersebut tak hanya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, tetapi membantu pemupukan tanaman-tanamannya. ”Mengelola sampah sebaiknya dimulai dari rumah. Kebiasaan mencampur sampah organik dan anorganik dalam satu wadah sangat berbahaya, jadi sejak awal harus dipilah,” Sabtu, (19/3).

Dikatakannya, sampah anorganik bukanlah sampah yang berbau. Bau busuk yang ditimbulkan dari sampah disebabkan oleh sampah organik yang membusuk. Oleh karena itu, Heni menuturkan, penting untuk diketahui pemilahan sampah sesuai kategori, minimal bisa membedakan mana sampah organik dan mana sampah anorganik. “Sampah organik seperti sisa sayur, buah, daun dan sisa-sisa makanan lainnya. Sampah nonorganik seperti plastik, botol, kaca, kaleng, dan besi,” tuturnya.

Heni memaparkan bahaya sampah organik dan anorganik. Dijelaskannya, sampah organik dalam tumpukan anorganik dapat menyebabkan terjadinya pembusukan karena kekurangan oksigen sehingga menimbulkan gas metana. Daya serap gas metana 30 kali lebih besar dari CO2 merusak ozon penyebab pemanasan global, sehingga akan meningkatkan suhu bumi dan mencairnya kutub es. “Gas metana yang terakumulasi juga dapat menjadi penyebab ledakan di tempat pembuangan akhir sampah,” tukasnya.

Tak hanya itu, sampah anorganik yang harusnya bisa digunakan, menjadi tidak bisa digunakan lagi atau tidak bisa didaur ulang karena kotor dan bau. Menurut Heni, mengirim sampah ke TPA tidak menyelesaikan masalah sampah, tapi hanya memindahkan masalah dari rumah ke TPA. “Sebanyak 60 persen sampah di TPA berupa tumpukan sampah organik. Mari kurangi bebannya supaya tidak overload,” tuturnya.

Salah satu solusi mengurangi sampah rumah tangga adalah dengan mengompos. Dikatakan Heni mengompos adalah semudah membuang sampah pada tempatnya, dan sampah organik serta anorganik terpilah degan sendirinya.(ali)

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

21 jam ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

1 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

1 hari ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

1 hari ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

1 hari ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

1 hari ago