Categories: Nasional

Amir JAD Medan Berinisial Y Ditangkap

MEDAN (RIAUPOS.CO) – Densus 88 Anti Teror benar-benar tidak ingin aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan terulang. Karena itu hingga saat ini dipastikan telah ada 46 terduga teroris yang telah ditangkap. 23 terduga teroris di antaranya terhubung dengan pelaku bom bunuh diri RNM. Mereka merupakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Medan pimpinan Yn

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, 46 terduga teroris itu telah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi, seperti Medan, Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Jawa Barat. “Yang paling banyak di Medan dengan 23 orang,” terangnya.

Ke-23 orang terduga teroris itu merupakan satu kelompok JAD Medan dengan amir berinisial Y. Yang menarik, empat orang dari 23 orang itu menyerahkan diri. Hal tersebut bukti bahwa Densus 88 Anti Teror juga melakukan soft approach. “Melalui keluarga dan tokoh masyarakat,” ungkapnya.

Lalu, dua orang di antaranya meninggal dunia saat proses penangkapan. Kedua terduga teroris itu melakukan perlawanan dan membahayakan petugas. “Dua orang yang meninggal berinisial K dan P. Satu anggota Densus 88 Anti Teror mengalami luka sabetan senjata tajam saat menangkap dua orang itu,” tuturnya.

Saat ini 20 orang masih dalam pemeriksaan. RNM pelaku bom bunuh diri juga termasuk dalam angka tersebut. Untuk sementara diketahui kelompok ini memiliki sejumlah peran. Di antaranya, berbaiat kepada pemimpin ISIS yang baru, membantu memberikan peralatan dalam rangka membuat bom dan idad atau pelatihan militer. “Itu semua dilakukan setiap anggotanya,” terangnya.

Dedi menjelaskan, saat ini setiap anggota polisi, khususnya di Medan diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, mungkin ada yang terusik dengan penangkapan jaringan JAD Medan tersebut. “Upaya soft approach juga dilakukan ya,” tuturnya.

Untuk upaya kontra dan deradikalisasi, dia menjelaskan bahwa Polri akan mendukung penuh. Sesuai informasi yang didapatkan, Wapres Maruf Amin telah memimpin langsung semua stakeholder untuk membuat konsep yang lebih membumi. “Tentu ini harus bersama-sama, karena paparan radikalisme itu sangat luas,” ujarnya. 

 

Sumber: Sumutpos.co

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Nelayan Temukan Jenazah Pria Tergantung di Pohon Pidada, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pemprov Riau kembali menggelar pemutihan pajak kendaraan pada Agustus 2026. Denda dihapus dan warga cukup…

9 menit ago

Pembangunan Flyover Garuda Sakti Masuk Tahap Pembebasan Lahan, Fisik Ditargetkan 2027

Pemprov Riau menyiapkan pembebasan 94 persil lahan untuk Flyover Garuda Sakti Pekanbaru. Pembangunan fisik ditargetkan…

25 menit ago

Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai Agustus, Ini Ketentuan yang Berlaku

Pemprov Riau kembali menggelar pemutihan pajak kendaraan pada Agustus 2026. Denda dihapus dan warga cukup…

37 menit ago

Ketua RT/RW Terpilih di 83 Kelurahan Pekanbaru Segera Dilantik, Ada Pembekalan Khusus

Pemko Pekanbaru menyiapkan pelantikan Ketua RT/RW terpilih di 83 kelurahan secara bertahap. Setelah dilantik, mereka…

19 jam ago

Air Meluap ke Badan Jalan di Lembah Anai, Pengendara Diminta Kurangi Kecepatan

Hujan deras membuat air meluap ke Jalan Padang-Bukittinggi di Lembah Anai. Pengendara diminta waspada karena…

20 jam ago

MK Kabulkan Sebagian Gugatan UU Minerba, Izin Tambang untuk Ormas Tak Bisa Lagi Ditunjuk Langsung

MK mengabulkan sebagian gugatan UU Minerba dan menghentikan penunjukan langsung IUP kepada ormas. IUP yang…

23 jam ago