Categories: Nasional

Dikenal sebagai Tokoh Inovatif dan Rendah Hati

Begitu memasuki Jalan Sakuntala, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, bendera putih langsung menyambut pertanda ada kabar duka dekat dengan lokasi ini. Beberapa meter menapaki jalan, deretan papan bunga ucapan duka cita atas kepergian untuk selama-lamanya salah satu tokoh Riau yakni H Fadlah Sulaiman.

Laporan Soleh Saputra, Pekanbaru

Kabar duka meninggalnya H Fadlah Sulaiman yang pernah menjabat sebagai Bupati Bengkalis periode 1995-2000 begitu cepat beredar melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (18/2) malam. Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru.

Sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang ada di sekitar Jalan Lumba-Lumba Pekanbaru, jenazah terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka Jalan Sakuntala. Ratusan pelayat tampak hadir, termasuk para tokoh Riau seperti mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, mantan Bupati Pelalawan HM Haris, Bupati Bengkalis Kasmarni dan para tokoh lainnya.

Perwakilan keluarga Eno Yuniarto mengatakan, pihaknya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada teman sejawat almarhum yang sudah datang. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pergaulan, almarhum memiliki kesalahan. "Mudah-mudahan maaf tersebut, akan melapangkan jalan almarhum menghadap Allah," harapnya.

Diceritakan Eno, almarhum mengalami penurunan daya ingat dalam beberapa bulan terakhir. Kemudian puncaknya almarhum jatuh terpeleset dan setelah itu langsung drop dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. "Setelah terpeleset itu almarhum langsung drop dan juga sempat terkena serangan jantung ringan," kisahnya.

Tetangga almarhum, Sukamdi mengatakan, masyarakat terutama jamaah Masjid An Najah tempat biasa almarhum melakukan salat berjamaah merasa sangat kehilangan. Almarhum semasa hidupnya terkenal ramah dan rajin bermasyarakat.

"Kami merasa kehilangan sosok jamaah yang dermawan dan jadi teladan kami. Beliau ramah, rajin bermasyarakat dan rendah hati. Beliau banyak memberikan invonasi dan saran kepada pengurus masjid, sampai sebulan terakhir juga masih aktif. Setelah pensiun juga tetap mengabdi kepada masyarakat," ujarnya.

Tokoh masyarakat Riau Wan Abubakar juga merasa kehilangan sosok tokoh masyarakat Riau yang banyak menyumbangkan pemikiran dan inovasi untuk pembangunan daerah. Bahkan di usianya yang tidak muda lagi. "Saya bertemu beliau terakhir sekitar dua bulan yang lalu, saat itu beliau terlihat masih segar, dan masih sempat bertukar pikiran. Masih banyak inovasi-inovasi yang beliau sampaikan," katanya.

Menurut Wan, masyarakat Riau memerlukan tokoh seperti beliau, tidak angkuh, rendah hati dan terus menyumbang pikiran. Wan juga berpesan kepada generasi penerusnya termasuk anak muda Riau untuk dapat mengikuti jejaknya. "Para generasi muda Riau hendaknya dapat mencontoh beliau, kreatif hingga akhir hayatnya," pesannya.(ade)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Bangunan Bersejarah Rohul Dibersihkan, Pj Sekda Ajak Hidupkan Goro

Pj Sekda Rohul pimpin goro Selasa Bersih di kawasan aset bersejarah Pasirpengaraian untuk menjaga kebersihan…

14 jam ago

Tinggal Tunggu SK Mendagri, 19 Desa di Rohul Siap Naik Status

Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…

17 jam ago

30 Ton Ikan Mati, DPRD Minta DLH Transparan Soal Sungai Tapung

DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…

18 jam ago

BPNT Segera Cair di Meranti, 41 Ribu KK Masuk Daftar Penerima

Sebanyak 41 ribu KK di Meranti akan menerima BPNT berupa beras dan minyak. Jumlah penerima…

18 jam ago

Mulai Jumat Ini, ASN Kuansing Kerja dari Kecamatan, Wajib Naik Sepeda!

Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…

18 jam ago

146 Peserta Berebut Beasiswa Penuh YPCR 2026, Ini Tahapan yang Harus Dilewati

146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…

18 jam ago