Categories: Nasional

Soal Kapal Selam Nuklir Australia, Prancis Merasa Ditikam dari Belakang

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) – Amerika Serikat (AS) buru-buru membujuk Prancis yang marah gara-gara AS dan Inggris ingin bantu Australia dalam proyek kapal selam bertenaga nuklir.

Dalam konferensi pers, Blinken menyatakan bahwa AS ingin memperdalam kerja sama dengan Indo-Pacific. Blinken menyebut Prancis memegang posisi vital dalam upaya AS ini

"Kami membagi banyak prioritas bersama Prancis dan bekerja sama dengan sangat erat, tak hanya di Indo-Pasifik, tetapi juga di luar dunia. Kami akan terus melakukannya. Kami menempatkan nilai fundamental pada hubungan ini, pada kemitraan ini," kata Blinken, dilansir Reuters.

Blinken mengklaim para pejabat AS telah menghubungi Prancis sebagai mitra untuk membahas kebijakan ini, sebelum dan setelah pengumuman.

Namun, seorang pejabat Prancis yang tak ingin disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa AS tidak memberitahukan kerja sama trilateral ini pada negaranya.

Para pejabat Prancis mengetahui kerja sama ini dari media dan langsung melontarkan berbagai pertanyaan pada rekan mereka di AS.

Seperti diketahui sebelumnya, AS dan Inggris memutuskan untuk membantu Australia mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir.

Keputusan ini menuai amarah Prancis karena sebelumnya Australia memutuskan kerja sama dengan Prancis terkait pembangunan kapal selam. Dikabarkan, kerja sama mereka memakan biaya $40 miliar (setara Rp569 triliun).

Namun, kerja sama Australia dengan AS telah membuat kesepakatan negara itu dengan Prancis batal.

"Ini benar-benar menikam dari belakang. Kami telah menjalin hubungan kepercayaan dengan Australia, kepercayaan ini telah dikhianati," ujar Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian kepada radio France Info, dikutip AFP, Kamis (16/9/2021).

"Keputusan itu tidak dapat diterima dan tidak dapat dimengerti," ungkap Drian.

Drian juga merasa tertipu dengan apa yang dilakukan Washington terhadap pihaknya. Padahal, Prancis dan sekutunya telah mengerjakan kebijakan Indo-Pasifik yang koheren dan terstruktur untuk menghadapi kekuatan Cina.

"Kami telah mendiskusikannya dengan Amerika Serikat baru-baru ini, dan inilah kehancurannya. Itu pelanggaran kepercayaan yang besar," kata Drien.

Sumber: AFP/Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Masjid Al-Jami’ Rambah Jadi Lokasi Penyembelihan Sapi Kurban Presiden

Sapi kurban bantuan Presiden Prabowo berbobot 830 kilogram akan disembelih di Masjid Al-Jami’ Desa Babussalam,…

2 jam ago

Musda PPM Riau Tetapkan Suhardiman Amby Jadi Ketua Umum Secara Aklamasi

Bupati Kuansing Suhardiman Amby resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPM Provinsi Riau dalam…

2 jam ago

Koperasi Merah Putih Hadir di Siak, Warga Desa Diharapkan Rasakan Manfaat Langsung

Koperasi Desa Merah Putih di Siak diresmikan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan menjaga stabilitas…

2 jam ago

SMKN Pertanian Pekanbaru Gandeng DUDI Sinkronkan Kurikulum dengan Dunia Kerja

SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru bersama DUDI menggelar penyelarasan kurikulum guna meningkatkan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan…

2 jam ago

Sambut Waisak 2026, KBI Riau Salurkan Puluhan Paket Sembako di Kawasan Candi Muara Takus

KBI Riau membagikan 40 paket sembako kepada warga sekitar Candi Muara Takus dalam rangka menyambut…

3 jam ago

Menjelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Pekanbaru Mulai Menggeliat

Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, peternakan hewan kurban di Pekanbaru mulai ramai pembeli meski tantangan usaha…

3 jam ago