Categories: Nasional

Pak Menteri, Ini Cara Jadikan PJJ Permanen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan mengadopsi teknologi dalam sistem pendidikan Indonesia di masa mendatang atau yang disebut pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, untuk caranya, masih belum dijelaskan lebih lanjut.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI) Satriawan Salim pun memberikan masukan bagaimana hal tersebut bisa tercapai. Salah satunya adalah mengubah kebiasaan, dari offline ke online.

Adapun, pihak Kemendikbud dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat harus memiliki intervensi terhadap hal tersebut. Tidak hanya dengan memberikan penjelasan saja tanpa instruksi bagaimana mengoperasikan teknologi.

"Harus ada pendampingan dan pelatihan dari Kemendikbud dan Disdik karena mereka juga punya tanggungjawab, beri pelatihan kepada para guru, baik online maupun offline, itu harus diberikan pelatihan, kalau tidak gurunya akan ngeraba-raba sendiri," jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Sabtu (18/7).

Meskipun mengikuti filosifi Ki Hajar Dewantara dalam program Merdeka Belajar, bukan berarti Kemendikbud lepas tangan dalam mengayomi para guru untuk pelatihan pengoperasian teknologi.

"Dalam hal ini, guru memiliki kemerdekaan dalam pembelajaran, tetapi konteks guru-guru di Indonesia masih butuh pendampingan, jangan menggunakan kacamata Jakarta saja. Lihat saja hasil uji kompetensi guru, kan masih rendah. Artinya butuh pendampingan, masa orang yang uji kompetensinya rendah dibiarin aja," tutur dia.

Dia juga mengungkapkan, tidak bisa dipungkiri bahwa keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan besar dalam mengadopsi teknologi. Maka dari itu, dibutuhkan peran pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud untuk mempercepat pemerataan teknologi, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

"Kebutuhan terhadap gawai dan internet itu sebagai kebutuhan pokok pembelajaran, pemerintah harus mengintervensi itu, hadirkan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia itu internet, gratis kalau perlu di sekolah-sekolah negeri dan swasta itu," ucapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

6 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

7 jam ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

9 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

10 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

10 jam ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

11 jam ago