Categories: Nasional

Ombudsman Duga Kenaikan Listrik PLN karena Kesalahan Pencatatan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menerima banyak pengaduan terkait keluhan kenaikan listrik pada Pembangkit Listrik Negara (PLN). Ombudsman menduga, ada kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh petugas PLN pasca pelonggaran PSBB.

"Memperhatikan adanya pengaduan masyarakat terkait kecenderungan naiknya tagihan listrik PLN. Ada dugaan terjadi kesalahan dalam pencatatan yang dilakukan oleh petugas PLN pasca pelonggaran PSBB di beberapa wilayah," kata Ketua Ombudsman Amzulian Rifai dalam keterangannya, Kamis (18/6).

Kendati demikian, Ombudsman dalam waktu dekat akan meminta tanggapan PLN. Hal ini guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.

"Ombudsman dalam waktu dekat akan meminta tanggapan PLN," beber Amzulian.

Senada, anggota Ombudsman RI La Ode Ida menduga, salah satu penyebab kenaikan pembayaran listrik tidak akuratnya perhitungan meteran. Sehingga sudah kedaluwarsa dan harus segera diganti.

"Karena alat perhitungan meteran itu yang sudah kedaluwarsa dan harus diganti, sekitar 14 juta pelanggan yang dianggap meterannya sudah kedaluwarsa," ujar La Ode.

La Ode menyebut, meteran di setiap rumah yang sudah kedaluwarsa harus menjadi catatan PLN. Sehingga masyarakat tidak lagi mengeluhkan soal kenaikan pembayaran listrik.

"Saya kira menjadi catatan bagi PLN untuk melakukan perbaikan dengan meteran yang canggih. Sehingga tagihannya bisa lebih tepat," tukasnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menegaskan lonjakan tagihan listrik yang dirasakan oleh masyarakat bukan dikarenakan adanya subsidi silang. Lonjakan tagihan listrik pelanggan murni karena kenaikan konsumsi listrik selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tapi kalau ditanya apakah ada subsidi silang? PLN kan dapat bantuan dari pemerintah jadi enggak begitu lah," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelayanan Pelanggan PLN, Bob Sahril dalam diskusi virtual, Kamis (11/6).

Dia menjelaskan, tarif dasar listrik tidak mengalami penyesuaian sejak 2017. Pemerintah telah menahan tarif dasar listrik dengan berbagai pertimbangan.

Bob juga mengingatkan bahwa bukan PLN yang menetapkan tarif dasar listrik, melainkan pemerintah. "Kalau pemerintah suruh turun ya PLN harus patuh. Siapa lagi? Kalau kita enggak patuh dari pemerintah, mau jadi apa negara ini?" tukasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
 

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

2 jam ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

2 jam ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

23 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

23 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago