Categories: Nasional

Presiden Tak Peduli Nyawa Rakyatnya, Corona di Brazil Meningkat Tajam

BRASILIA (RIAUPOS.CO) – Tak pedulinya Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, terhadap wabah corona (Covid-19) di negaranya berbuah buruk. Brazil kini harus menghadapi lonjakan kenaikan angka kasus corona yang sangat signifikan.

Wabah corona di Brazil melonjak drastis pada akhir pekan kemarin, hingga angkanya mengalahkan Italia dan Spanyol, dan terbanyak keempat di dunia.

Berdasarkan data yang dirilis Johns Hopkins University, hingga Senin (18/5/2020) Brazil memiliki 241.080 kasus corona dan 16.122 kematian. Sementara itu Italia memiliki 225.435 kasus corona, dan Spanyol 230.698.

Menurut data statistik Worldometer, Brazil pada hari Minggu melaporkan 7.938 kasus dan 485 kematian baru. Lonjakan tertinggi terjadi pada Sabtu (16/5) di mana negara itu mengonfirmasi 14.919 kasus dan 816 kematian baru.

Para ahli menyatakan angka tersebut akan terus bertambah dan yang terburuk masih akan terjadi sebab jumlah pemeriksaan di Brazil masih minim.

Wali Kota Sao Paulo, Bruno Covas, mengatakan bahwa rumah sakit di kota kewalahan menghadapi lonjakan pasien infeksi virus corona. Seperti dikutip dari CNN, Covas menyebut kapasitas rumah sakit telah terisi hingga mencapai 90 persen.

Karena itu dia memperingatkan bahwa sistem kesehatan di kota itu bisa runtuh jika penduduk tidak mematuhi pedoman isolasi mandiri.

Sao Paulo menjadi salah satu wilayah di Brazil yang terpapar parah virus corona. Hingga kini kota itu telah mencatat 38.605 kasus  atau 16 persen dari total kasus yang dikonfirmasi di negara ini.

Meski demikian, Presiden Jair Bolsonaro mengkritik beberapa gubernur yang memilih lockdown kawasan untuk menekan penyebaran virus. Menurut dia, keputusan itu akan menyusahkan masyarakat.

"Pengangguran, kelaparan, dan kesengsaraan akan menjadi masa depan yang melakukan lockdown," ucap Presiden Bolsonaro seperti dilansir O Globo.

Presiden Bolsonaro menegaskan isolasi mandiri dan penutupan usaha tak perlu dilakukan karena merusak perekonomian. Ketidakpedulian Bolsonaro ini dikritik banyak pihak karena dia lebih mementingkan ekonomi ketimbang nyawa rakyatnya.

Menteri Kesehatan Brazil, Nelson Teich, mengundurkan diri karena tidak cocok dengan Bolsonaro dalam menyikapi wabah virus corona.

Dilansir dari AFP, Jumat (15/5), pengunduran diri Teich diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Brazil melalui keterangan singkat. Teich dan Bolsonaro disebut berbeda pendapat soal penggunaan chloroquine dalam penanganan Covid-19.

Teich baru sebulan menduduki jabatan Menteri Kesehatan Brazil. Ia sebelumnya menggantikan Luiz Henrique Mandetta yang mundur pada 16 April lalu setelah cekcok dengan Bolsonaro. Kala itu, Bolsonaro mengkritik kebijakan Mandetta yang mendorong warga tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus. 

Sumber: O Globo/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago