Categories: Nasional

Dorong Pemerintah Lobi Arab Saudi Buka Keran Umrah

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Ketika perjalanan umrah baru berjalan tiga bulan terakhir (Sejak November 2020), kini di Februari 2021 sudah berhenti total.

Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies/Asita meminta pemerintah dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, melakukan lobi agar pelarangan masuk ke negara itu bisa dibatalkan.

Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Pemerintah DPP Asita, Dede Firmansyah mengatakan, dari sejumlah negara yang masuk daftar larangan, negara asal Covid-19 yaitu Cina malah tidak dilarang.

"Soal pelarangan masuk Arab Saudi kami melihat negara Cina malah tidak masuk ke dalam daftar negara yang dilarang, harusnya dijelaskan apa alasannya 20 negara ini dilarang masuk, karena

tidak ada jaminan Cina ini dijamin bebas dari virus Covid-19," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Riau Pos, Rabu (17/2).

Dede mengklaim pemerintahan Arab Saudi harusnya menyadari peran besar dari masyarakat Indonesia yang selama ini berkunjung ke Arab untuk menjalankan ibadah, baik haji maupun umrah.

Menurutnya, data pada 2017 lalu jumlah jamaah umrah yang berangkat ke Tanah Suci itu mencapai 750.000 orang, sedangkan jamaah haji setiap tahunnya saat ini di angka 200.000 orang.

Tidak hanya itu, peran lainnya seperti masyarakat Indonesia yang memilih tinggal di Arab Saudi juga ikut mendorong aktivitas ekonomi setempat.

"Harusnya dengan melihat peran masyarakat Indonesia yang besar di Arab Saudi, menjadi pertimbangan untuk membatalkan aturan larangan masuk ini," ujarnya.

Dede mengaku para pelaku travel umrah saat ini kembali mengalami kondisi yang berat akibat larangan masuk ke Arab Saudi bagi pengunjung asal Indonesia. Padahal kegiatan umrah baru mulai kembali berjalan dan bisa memberangkatkan jamaah umrah sejak November 2020 lalu.

Pemerintah Arab Saudi dikatakannya, pada Selasa (2/2/2021) mulai melarang warga negara asing dari 20 negara guna mencegah penyebaran virus corona. Kebijakan itu tidak berlaku untuk diplomat, warga Arab Saudi, petugas medis beserta keluarga mereka.

Perjalanan akan dilarang dari UEA, Mesir, Lebanon, dan Turki, serta AS, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan, dan Jepang.

Larangan itu juga berlaku untuk pelancong yang transit melalui salah satu dari 20 negara dalam 14 hari sebelum kunjungan yang direncanakan ke Kerajaan. Banyak penumpang sudah menggunakan Dubai sebagai pusat transit dari negara-negara yang tidak memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi, opsi itu sekarang tidak lagi tersedia.

"Ini yang menjadi perhatian kami di Asita, di saat perjalanan umrah baru berjalan tiga bulan terakhir, kini di Februari sudah berhenti total. Tolong pemerintah menjadikan ini perhatian Khusus," pungkasnya.(egp)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

11 jam ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

16 jam ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

16 jam ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

17 jam ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

22 jam ago

PCX Ngasab Seru di Pekanbaru, Bikers Diajak Jajal Fitur Canggih Honda PCX 160 Roadsync

Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…

24 jam ago