Categories: Nasional

Ketua TP PKK Siak Lantik PKK Kecamatan

SIAK (RIAUPOS.CO) — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Siak  Rasidah Alfedri melantik 8 ketua Tim Penggerak PKK kecamatan. Pelantikan berlangsung di ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak, Kamis (16/1). Turut hadir ketua Persit, gabungan istri dan wakil rakyat, camat, serta pengurus PKK kecamatan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak Rasidah Alfedri mengucapkan selamat kepada ketua tim PKK yang baru dilantik. Harapannya agar dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.

"Saya berharap ibu-ibu semua bisa menjadi penggerak dari semua kegiatan PKK yang ada di tempat masing-masing. Laksanakanlah pembinaan itu mulai dari PKK kecamatan itu sendiri kemudian kampung dan kelurahan," pesannya.

Selain itu, lanjutnya, hubungan kerja sama dengan lintas sektor juga harus laksanakan agar kegiatan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Pada saat ini masih dihadapi berbagai permasalahan di masyarakat. Antara lain masalah kesehatan, gizi, termasuk juga masalah nasional saat ini yaitu stunting, pendidikan,  KDRT, pola asuh anak dan remaja, serta narkoba.

Lebih lanjut Rasidah menjelaskan, PKK memiliki kelompok di dalamnya yaitu dasa wisma yang merupakan ujung tombak dari pelaksanaan PKK yang ada di kecamatan. Dasa wisma bertujuan untuk melakukan pendataan yang akurat. Apapun kekurangan yang terdapat di masyarakat dapat diketahui dengan akurat.

Berdasarkan rapat koordinasi 2019 di Jakarta, Tim Penggerak PKK Pusat menginstruksikan kepada semua tim PKK di daerah untuk mengaktifkan kembali kelompok-kelompok dasa wisma yang ada di daerah masing-masing. "Oleh karena itu, saya sebagai ketua PKK menaruh harapan besar kepada ketua Tim Penggerak PKK untuk mengaktifkan kembali kegiatan dasa wisma ini. Lakukanlah pembinaan, penyuluhan, dan pelatihan, sehingga dasa wisma benar-benar bisa menjadi ujung tombak dari pelaksanan 10 program pokok PKK," ujarnya.

Ini menjadi penting, sebut Rasidah lagi, karena spiritnya ini adalah bagaimana peran ibu-ibu ini mulai diberi ruang yang sebesar-besarnya oleh pemerintah sedunia, bukan hanya Indonesia.

Di tahun 2030, konvensi dunia itu adalah peran perempuan diberikan seimbang. Oleh sebab itu, untuk menyonsong itu  peran ibu-ibu ini sangat besar artinya dalam pemberdayaan perempuan. Perempuan bisa berperan di dalam pembangunan.(wik)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

22 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

22 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago