Categories: Nasional

Sekolah Gratis Perlu Komitmen BersamaÂ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rencana Gubernur Riau Syamsuar untuk mewujudkan sekolah gratis mendapat apresiasi banyak pihak. Salah satunya datang dari DPRD Provinsi Riau. Karena saat ini biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah melalui bantuan operasional sekolah (BOS) dan BOS daerah baru di angka 39 persen.
Sementara pembiayaan pendidikan yang ditanggung oleh orang tua sebesar 61 persen cukup memberatkan. Hal itu bisa dilihat dari besarnya jumlah sumbangan komite setiap bulan.
Demikian disampaikan anggota Komisi V DPRD Riau Ade Hartati yang membidangi pendidikan. ’’Ini sudah kami bincangkan dengan Disdik Riau sejak dua tahun yang lalu. Kami sepakat dengan kebijakan pendidikan gratis berkualitas 12 tahun yang akan di realisasilan oleh Gubernur Riau,” sebut Ade, Selasa (17/7).
Pendidikan gratis, lanjut politisi PAN itu merupakan bentuk penguatan bidang pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Riau.
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah kebijakan tersebut harus memiliki sifat berkeadilan. Dalam arti, juga harus bisa dirasakan oleh siswa yang saat ini bersekolah di swasta dan juga sekolah keagamaan.
Kepada orangtua, dirinya berharap agar tidak serta merta lepas dari tanggung jawab pendidikan anak-anak. Mengingat biaya pendidikan itu tidak hanya terkait biaya operasional sekolah. Tapi juga biaya anak sehari-hari. Seperti transportasi, uang saku, pakaian dan lain sebagainya.
Soal postur APBD, Ade menyebut hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Selama ada komitmen bersama antara pemerintah, DPRD dan Dinas terkait. Sehingga sekolah gratis tentunya bukan hanya mimpi semata.
“Terkait postur APBD, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semua tergantung komitmen bersama,” ucapnya.
Kepada Dinas Pendidikan, ia sedikit memberikan catatan di mana ada sebuah persoalan yang sampai saat ini belum bisa terperhatikan dengan baik. Yakni peta kondisi pendidikan di Riau dan estimasi rasio pertumbuhan siswa, sekolah dan tenaga pendidikan.
Hal itu menurut dia sudah harus ada saat ini. Karena jika tidak, keinginan untuk mewujudkan sekolah gratis akan sangat sulit.
“Terakhir adalah infrastuktur sekolah sebagai penunjang. Ini juga harus diperhatikan jika kita tidak ingin persoalan zonasi kembali terjadi,” tambahnya.(nda)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

KPK Segel Enam Ruangan di Kantor Bupati Kuansing, Termasuk Ruang Bupati dan Sekda

KPK menyegel enam ruangan di Kantor Bupati Kuansing, termasuk ruang bupati, wakil bupati, dan sekda.…

10 jam ago

SPMB SD Pekanbaru Dimulai, Orang Tua Padati Sekolah Meski Pendaftaran Online

SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dibuka. Meski pendaftaran online, banyak orang tua mendatangi sekolah…

10 jam ago

Diduga Lecehkan Dua Karyawati, Manajer Swalayan di Pekanbaru Dilaporkan ke Polisi

Dua karyawati melaporkan manajer swalayan di Pekanbaru atas dugaan perbuatan asusila. Kasus kini masih dalam…

12 jam ago

Respons Cepat Polsek Cerenti, Empat Rakit PETI Dimusnahkan di Desa Pulau Busuk

Polsek Cerenti memusnahkan empat rakit PETI di Desa Pulau Busuk, Kuansing, setelah menerima laporan masyarakat…

13 jam ago

Indro, Gajah Andalan Flying Squad Tesso Nilo, Tutup Usia di Tengah Penanganan Medis

Gajah Sumatera jinak Indro mati di Tesso Nilo usai menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan…

13 jam ago

Prancis Diunggulkan Tekuk Swedia, Trio Mbappe-Dembele-Olise Jadi Ancaman

Prancis lebih diunggulkan menghadapi Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Trio Mbappe, Dembele,…

13 jam ago