Ilustrasi.
NEW YORK (RIAUPOS.CO) – Qualcomm dan Intel akhirnya mengikuti jejak Google, dengan bersama-sama melobi pemerintah Amerika Serikat untuk meninjau kembali sanksi dagang yang dikenakan kepada Huawei.
Para petinggi perusahaan tersebut disebutkan melakukan pertemuan dengan Departemen Perdagangan AS untuk membahas tanggapan atas masuknya Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan AS, lansir Reuters. Mereka berpendapat, bahwa produk Huawei kecil kemungkinan berpotensi membahayakan keamanan negara, salah satunya infrastruktur telekomunikasi 5G. ’’Hal ini bukan tentang menolong Huawei. Akan tetapi untuk mencegah kerusakan pada perusahaan-perusahaan Amerika,’’ kata seorang sumber kepada Reuters.
Selain itu, alasan penurunan keuntungan perusahaan pembuat komponen AS ditengarai juga berdampak besar dari aturan daftar hitam perdagangan AS tersebut.
Dilaporkan, dari jumlah 70 miliar dolar AS yang dihabiskan Huawei untuk membeli komponen di tahun 2018, sebanyak 11 miliar dolar AS di antaranya ke perusahaan AS.
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…
Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…