Categories: Nasional

Ini Jawaban Polisi Mengapa Kerahkan 32.000 Personel Amankan Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) –  Rapat persiapan people power yang terekam dalam video berdurasi 4 menit 23 detik masih menjadi perbincangan. Dalam video itu, terungkap skenario menutup KPU, Istana Negara dan gedung DPR/MPR atau Senayan pada 22 Mei 2019.

Polisi masih mendalami video yang diduga berisi tentang rencana makar tersebut. ’’Masih didalami. Kalau narasi-narasi yang dibangun masih masuk pasal 87 sih, perbuatan permulaan ke arah makar,’’ ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat berkunjung ke kantor Pojoksatu.id, Kamis (16/4/2019).

Menurut Dedi, dari narasi-narasi itu sudah ada rencana makar. Namun untuk konstruksi hukumnya harus ada keterangan dari saksi ahli. ’’Untuk konstruksi hukumnya, itu kan nanti saksi ahli bahasa dipanggil, saksi ahli pidana dipanggil, saksi ahli ITE juga dipanggil,’’ kata Dedi.

Hanya, lanjut Dedi, sampai sekarang belum ada pihak yang melaporkan terkait beredarnya video rencana menutup KPU dan Istana Negara serta geudng DPR pada 22 Mei. ’’Sampai sekarang belum ada yang lapor. Dan saya lihat penyidik lebih banyak menunggu laporan, kita tidak terlalu harus pro aktif. Kita menunggu yang lapor,’’ kata Dedi.

Meski belum ada masyarakat yang melaporkan, polisi tetap melakukan analisa dan pengkajian. ’’Kita sudah mempersiapkan kajian-kajian itu. Kajian sudah ada. Semua rekam jejak digitalnya sudah ada di kita,’’ imbuh Dedi.

Selain itu, Polri juga telah mempersiapkan pasukan yang cukup banyak untuk mencegah dan mengantisipasi skenario massa pendukung Prabowo tutup KPU dan Istana Negara. Dedi menegaskan, sebanyak 32.000 ribu pasukan akan dikerahkan untuk menjaga lokasi vital di DKI Jakarta pada 22 Mei, termasuk menjaga KPU, Istana Negara dan DPR RI.

’’Kenapa 32 ribu pasukan? Itu berdasarkan pengalaman menghadapai kerusuhan tahun 1998. Waktu itu, 15.000 pasukan di Jakarta tidak sanggup menghadapi massa,’’ bebernya.

Dikatakan Dedi, total pasukan TNI dan Polri yang dikerahkan untuk mengamankan KPU, Istana Negara, gedung DPR, dan titik strategis lainnya mencapai 38.000 pasuakan. ’’Kurang lebih 38.000 ya, 32.000 ribu (pasukan) itu di lapangan, 6.000 itu cadangan,’’ imbuhnya.

’’Itu perhitungan dan kalkulasi TNI dan Polri yang memiliki pengalaman menghadapi kerusuhan 1998. Angka itu cukup. Cukup untuk memberikan jaminan keamanan di Jakarta,’’ Dedi.(one)

Sumber: Pojoksatu
Editor: Fopin A Sinaga

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

19 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

19 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

3 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

3 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago