Categories: Nasional

Pemerintah Diminta Siapkan Platform Teknologi Mandiri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan masyarakat hingga pejabat lebih banyak di lakukan di dalam rumah untuk menjaga jarak. Tak pelak, desakan untuk membuat platform teknologi mandiri kembali muncul.

Platform tersebut adalah platform video conference lokal yang dibuat sendiri oleh anak bangsa dengan server yang berada di tanah air dan dikelola secara profesional oleh tenaga terampil Indonesia.

Hal tersebut disampaikan pakar keamanan siber dari CISSReC, lembaga kajian sistem keamanan informasi, Pratama Persadha. Urgensi untuk membuat platform video conference mandiri muncul setelah Zoom ramai diisukan tak aman.

Teranyar, Zoombombing terjadi saat rapat atau diskusi virtual oleh Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas). Zoombombing adalah bentuk ancaman pada para pengguna Zoom di mana para peretas mungkin masuk lewat link tersebar atau karena faktor celah keamanan yang ada.

Berkaca dari kejadian di rapat Wantiknas itu, menurut Pratama, sebaiknya pemerintah sampai jajaran Ring 1 Istana memiliki alternatif lain. Dia juga meminta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang terkait dengan keperluan video konferensi mengingat Presiden Joko Widodo dan jajaran menterinya sampai ke kepala daerah saat ini kerap menggunakan Zoom sebagai piranti rapat virtual.

"Kalau bisa ya kita buat sistem video conference yang private. Servernya kita buat sendiri, kita kelola sendiri. Banyak penyedia layanan ini, tapi ya memang agak mahal," ujar Pratama ketika dihubungi JawaPos.com.

Langkah jangka panjangnya, Pratama menyebutkan Indonesia harus mampu membuat platform video conference ini secara lokal. Oleh anak bangsa kita. Bukan hanya platform video conference, tetapi juga media sosial dan dan platform perpesanan instan dirasa perlu untuk dibuat sendiri.

"Untuk jangka panjang, Indonesia harus mempunyai aplikasi video conference buatan sendiri yang aman dan bisa dipakai secara luas. Pemerintah melalui BSSN maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) harus bisa melahirkan aplikasi video conference yang bisa dipakai oleh negara. Sehingga kita tidak tergantung dari luar," tegas dia.

Soal platform video conference yang kini banyak digunakan masyarakat hingga pejabat dan isu keamanannya, sebelumnya Komisi 1 DPR RI juga pernah menyuarakan hal yang sama. DPR RI mendesak pemerintah untuk bisa swasembada platform atau aplikasi video conference sendiri.

Hal tersebut mengacu pada konten kenegaraan dan rahasia penting yang mungkin saja dibicarakan lewat platform video conference saat ini semisal Zoom yang disebut-sebut tak aman.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tabrak Truk Box di KM 25 Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar, Dua Penumpang Minibus Tewas

Kecelakaan maut di Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar KM 25 menewaskan seorang ustaz dan dosen akibat…

8 jam ago

Berburu Kartu Seni dan Kulineran Hemat di Blok M Hub Bersama BRIZZI x ARKIV

BRIZZI x ARKIV menghadirkan kolaborasi seni dan transaksi digital di Blok M Hub pada 19–23…

8 jam ago

Sambut 435 Mahasiswa Baru, Fakultas Pertanian dan Perikanan UIR Gelar PKKMB 2026

Sebanyak 435 mahasiswa baru Fakultas Pertanian dan Perikanan UIR mengikuti PKKMB 2026. Dekan dorong mahasiswa…

8 jam ago

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ 21-22 September

Pemko Pekanbaru memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD hingga SMP pada 21–22…

9 jam ago

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

1 hari ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

1 hari ago