Categories: Nasional

Dewan Minta Tak Ada Pelanggaran Tatib Sekolah

KOMISI III DPRD Pekanbaru, melakukan kunjungan lapangan ke SMPN 10 Pekanbaru, Senin (3/2/2020) beberapa waktu lalu.  

Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama, Ketua Komisi III Yasser Hamidi bersama anggota Komisi III lainnya, serta perwakilan dari Disdik Pekanbaru. Rombongan langsung disambut Kepala SMPN 10 Pekanbaru, Raja Izda Chairani beserta majelis guru sekolah.

Legislator sengaja turun ke sekolah, untuk mengetahui secara pasti tentang adanya dugaan kasus pelanggaran tata tertib sekolah yang melibatkan 2 pelajar SMPN 10, yang berujung kepada pemberian sanksi dari pihak sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala SMPN 10 Pekanbaru, Raja Izda Chairani mengatakan, pemberian sanksi yang dilakukan pihak sekolah, sudah dikonsultasikan dengan Disdik Pekanbaru. Di mana ada sejumlah pertimbangkan khusus, sebelum diambil keputusan akhir.

Dua pelajar tersebut yakni pelajar Kelas VIII dan Kelas IX. Di mana, pelajar Kelas VIII telah dipindahkan ke sekolah lain, agar tidak mempengaruhi psikologisnya. Sedangkan pelajar Kelas IX masih tetap aktif bersekolah, karena akan mengikuti Ujian Nasional. "Jadi, ini sudah melalui tahapan yang resmi dan aturan sekolah," katanya.

Sementara itu, Kabid Sekolah Menengah Pertama Disdik Pekanbaru, Nurbaiti menyampaikan, kasus ini tidak bisa ditolerir lagi. Sebab dikhawatirkan, bisa menjadi contoh buruk bagi peserta didik lainnya. Sedangkan pihak sekolah sangat gencar menegakkan peraturan sekolah.

"Kronologis dan data lengkap pelajarnya tidak usah kita ekspose, takut nanti mengganggu psikologis siswa. Namun kami sudah sepakat dan memberikan solusi terbaik, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Saya rasa, masalah ini tidak harus sampai ditangani Komisi III,  karena kami sudah menyelesaikannya dengan baik. Yang namanya peraturan sekolah, wajib ditaati oleh seluruh peserta didik," tegas Nurbaiti.

Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Yasser Hamidy menjelaskan, bahwa terjerumusnya pelajar kepada hal-hal negatif, harus ditelusuri lebih lanjut oleh pihak sekolah. Dia meminta, agar guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah, untuk lebih pro aktif dalam memantau kondisi para peserta didik di sekolah.

"Kami sengaja datang, untuk meluruskan pemberitaan yang sebelumnya sempat simpang siur. Jika memang ada pelanggaran ya harus ditindaklanjuti, tidak boleh dibiarkan. Tolong peran aktif dari para guru BK lebih ditingkatkan lagi, karena pelajar SMP inikan jiwanya masih labil, butuh pendampingan dan bimbingan," harap Yasser.

DPRD mengharapkan, kasus serupa tidak kembali terulang, serta menjadi pelajaran berharga bagi seluruh sekolah yang ada di Pekanbaru.(*)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago