Categories: Nasional

Menagih Janji, Bupati Meranti Datangi Kantor Kemendes PDTT

MERANTI (RIAUPOS.CO) – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H M Adil SH beserta rombongan sambangi Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) RI. 

Kunjungan itu sekaligus menagih janji Presiden Joko Widodo yang sempat menegaskan akan fokus membangun Indonesia mulai dari daerah perbatasan yang merupakan pintu gerbang dan wajah pulau terluar Indonesia. 

Sesuai PP Nomor 13 Tahun 2017 Tentang tata ruang nasional sebagian besar daerah setempat, seperti di Pulau Rangsang masuk kedalam kawasan strategis nasional. Itu juga diperkuat oleh Kepres Tahun 2016 yang seharusnya menjadi prioritas.

Demikian disampaikan Adil di depan Menteri Dr Drs Abdul Halim Iskandar MPd, dan Dirjen pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Daerah Tertinggal Ir Harlina Sulistyorini MSi.

Deretan program skala prioritas pun di paparkan. Mulai dari jalan, air pendidikan hingga pembangunan sektor kesehatan. Termasuk soal bencana karhutla dan abrasi yang berkelanjutan. 

Namun mewujudkan program tersebut ia mengaku sangat membutuhkan dukungan bantuan dari pemerintah pusat. Terutama Kemendes, hendaknya dapat menjadikan Kepulauan Meranti sebagai objek kegiatan strategis yang berkelanjutan.

"Semoga dengan kedatangan kami mendapatkan solusi dari pihak Kementrian Desa dan untuk dapat menuntaskan berbagai masalah yang terjadi di Meranti," harap Adil, Selasa (16/3/21) siang. 

Menyikapi masalah itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Abdul Halim Iskandar memberikan tanggapan positif. Pihaknya akan berusaha mendukung Pembangunan di Kepulauan Meranti, sesuai dengan program yang akan dilaksanakan oleh Kementriannya. Dan siap membantu Adil mengatasi masalah kemiskinan terutama di desa-desa lokpri.

"Kita akan kaji dan rencanakan untuk pilot project program pengentasan kemiskinan di desa-desa yang ada di Kecamatan Pulau Merbau. Selain jumlah penduduk miskinnya banyak, juga merupakan lokpri desa perbatasan," ungkapnya. 

Dengan pilot project itu, pembangunan infrastruktur publik di desa-desa di Pulau Merbau, seperti jalan, air bersih, kelistrikan, sarana pendidikan, sarana kesehatan dan pengembangan ekonomi masyarakatnya akan mendapat perhatian khusus. 

Ketika itu ia juga menginstruksikan Dirjen di jajarannya untuk melakukan komunikasi langsung dengan Pemkab Meranti untuk mengkaji pilot project tersebut.

"Ini harus terus dikomunikasikan antara Dirjen dengan Pemkab Meranti, supaya dibuat kajian yang benar untuk program pilot project penanggulangan kemiskinan ini," ungkapnya.

Mendes juga berpesan agar pemanfaatan dana desa (DDs) di Meranti benar-benar sesuai aturan dan memberi manfaat besar bagi masyarakat. Apalagi mengingatkan anggaran DDs dari APBN cukup besar untuk setiap desa.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

8 jam ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

8 jam ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

8 jam ago

Jalan Berlubang di Pangkalankerinci Dikeluhkan, Pemkab Pelalawan Diminta Bertindak

Warga dan DPRD Pelalawan mendesak pemkab segera menambal jalan berlubang di Pangkalankerinci karena dinilai rawan…

8 jam ago

Bupati Siak Turun Tangan Atasi Kendala Gaji ASN

Pencairan gaji ASN di Kabupaten Siak terkendala administrasi dampak SOTK baru. Bupati Afni memastikan proses…

9 jam ago

Sampah Masih Menumpuk di Pekanbaru, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Tumpukan sampah masih ditemukan di Pekanbaru, terutama di Jalan Soekarno Hatta. DLHK mengajak masyarakat ikut…

9 jam ago