Categories: Nasional

Dari soal Hubungan Seks hingga Ibu Hamil

(RIAUPOS.CO) — Gerhana datang lagi. Gerhana matahari maupun gerhana bulan bisa dibilang fenomena yang sangat unik sekaligus mistis. Unik karena peristiwanya langka terjadi dan mistis karena fenomenanya sering dikaitkan dengan berbagai macam legenda dan mitos aneh. Di dunia ini, ada banyak mitos dan takhayul yang beredar seputar gerhana.

Didapat dari berbagai sumber, sedikitnya ada 5 (lima) mitos lima mitos teraneh saat gerhana yang beredar di berbagai belahan dunia. Namanya juga mitos jadi kebenarannya pun masih sangat diragukan. Salah satunya adalah adanya larangan berhubungan seks.

Ibu Hamil Harus Pakai Celana Merah dan Peniti

Sebagian masyarakat Amerika Latin percaya bahwa celana dalam warna merah dan peniti bisa mencegah cacat lahir (birth defects). Sejumlah wanita hamil di Meksiko dan negara Amerika Latin lainnya wajib menggunakan celana merah terang yang diberi peniti saat terjadi gerhana matahari. Mitos ini berasal dari kepercayaan suku Maya dan Aztec kuno. Pada zaman dahulu saat belum ada celana dalam khusus atau peniti, para leluhur menggunakan benang merah dan mata panah. Sementara itu, suku Indian punya kepercayaan bahwa wanita hamil nggak boleh keluar rumah saat terjadi gerhana. Tujuannya agar bayi yang dilahirkan nanti tidak mengalami kebutaan atau berbibir sumbing.

Membasuh Mata dengan Urine

India juga punya mitos tersendiri terkait gerhana. Ada banyak mitos yang beredar, seperti tidak boleh tidur dengan rambut yang masih basah saat terjadi gerhana. Kalau kita nekat tidur dengan rambut yang masih basah, konon katanya kita akan jadi orang gila atau mengalami gangguan mental. Salah satu mitos yang paling aneh adalah ritual mandi saat gerhana. Sebelum dan sesudah gerhana, diwajibkan untuk mandi untuk membuang roh-roh jahat yang menempel. Tak hanya itu, mata pun harus dibasuh dengan urin. Katanya dengan cara itu, mata kita tak akan terasa sakit lagi. Wah, benar-benar aneh, ya Ladies

Dilarang Berhubungan Seks

Masyarakat abad pertengahan punya mitos yang tak kalah anehnya. Saat terjadi gerhana, orang-orang dilarang berhubungan seks. Kalau dilanggar, anak yang lahir dari hubungan itu jiwanya akan dipenuhi oleh roh jahat buruk rupa. Masyarakat Eropa di abad pertengahan punya mitos kalau berhubungan seks saat terjadi gerhana bulan, anak yang lahir jiwanya akan dikendalikan oleh roh jahat. Selain itu, si anak selama hidupnya diyakini hanya akan jadi beban keluarga. Orang tua pun harus membiayai semua kebutuhan si anak hingga dewasa.

Harus Membuat Bunyi-bunyian saat Gerhana

Masyarakat Thailand juga punya mitos tersendiri terkait gerhana. Fenomena gerhana jadi momen yang dibilang menakutkan. Orang-orang zaman dahulu percaya kalau roh jahat harus segera diusir agar tidak “melahap” matahari. Sehingga saat gerhana terjadi, mereka akan membuat bunyi-bunyian yang sangat berisik dan membuat gaduh. Selain itu, sebagian besar dari mereka percaya kalau gerhana adalah tanda hari kiamat.

Peralatan Makan Diletakkan Terbalik

Saat terjadi gerhana, masyarakat Eskimo akan meletakkan peralatan makannya terbalik. Misalnya, ketika selesai makan, taruh sendok dan garpu dengan posisi dibalik. Tujuannya agar bulan atau matahari yang "sedang sakit" tak ikut meracuni tubuh. Khususnya para wanita diwajibkan untuk menaruh peralatan makannya terbalik selama gerhana. Supaya tubuh tidak jatuh sakit atau kena racun. ***

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

9 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

9 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

10 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

1 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

1 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

1 hari ago