Categories: Nasional

Indonesia Perlu Perkuat Struktur EkonomiÂ

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Upaya ke­se­pakatan "berdamai" antara Amerika Serikat dan Cina terkait perang dagang diprediksi memberi angin segar bagi negara berkembang termasuk Indonesia. Sebab, selama ini negara berkembang ikut terkena dampak dari situasi ekonomi global yang tak menentu akibat perang dagang. Secara umum kabar positif tersebut diyakini akan mendatangkan peluang, namun ada beberapa catatan yang dianggap masih perlu diperhatikan bagi Indonesia.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengaku Indonesia belum boleh terlena dengan "kemesraan" yang ditunjukkan oleh Amerika Serikat dan Cina. Pasalnya, kesepakatan tersebut masih merupakan fase awal yang konsistensi pelaksanaannya masih patut diperhatikan.

"Tentu ini tetap saja menjadi perkembangan yang baik. Tapi dampaknya pada negara lain termasuk Indonesia kemungkinan besar tidak instant. Belum ada jaminan bahwa perkembangan ini akan langgeng. Padahal dunia bisnis perlu kepastian," ujar Iman, saat dihubungi JPG, kemarin (15/12).

Menurut Iman, selama berlangsungnya perang dagang oleh kedua negara, Amerika Serikat dan Tiongkok saling berbalas tarif pada berbagai sektor. Sehingga, tetap akan membutuhkan waktu sampai beberapa bulan untuk bisa membawa dampak positif. Bagi Indonesia sendiri, lanjut Iman, langkah terbaik adalah tetap on track pada roadmap pengembangan ekonomi domestik, penguatan investasi, dan pengembangan ekspor. 

Pemerintah dan pelaku usaha tetap harus menggenjot kinerja tahun depan, dengan asumsi bahwa ekonomi global masih dalam situasi yang tidak menentu. Saat genderang perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok ditabuh, Indonesia sebagai emerging market, mendapat ancaman sekaligus peluang menghadapi kondisi tersebut. 

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menjelaskan bahwa perang dagang bisa menjadi ancaman karena Tiongkok sebagai salah satu produsen manufaktur terbesar di dunia, akan mengalihkan ekspornya pada negara selain Amerika Serikat, sehingga Asia Tenggara termasuk Indonesia pun akan rawan kebanjiran impor.

Namun di sisi lain, lanjut Piter, ada juga peluang Indonesia untuk bisa meningkatkan ekspor dengan mengisi pasar kemitraan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Misalnya dengan meningkatkan volume impor tekstil ke pasar Amerika Serikat yang semakin kesulitan mendapat pasokan dari Tiongkok. Sisi positif lainnya, Indonesia jadi punya lecutan untuk memperbaiki struktur ekonomi agar tak goyah saat ekonomi global bergejolak.

Dengan adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, menurut Piter hal tersebut tetap menjadi hal yang sangat positif. "Sebab, secara teori perang dagang tak pernah benar-benar memberi keuntungan. Baik bagi negara besar yang sedang berperang, begitu pula dengan negara menengah yang terdampak. Jika perang terus berlanjut, ekonomi secara global akan mengalami perlambatan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menuturkan, banyak katalis yang akan mewarnai perdagangan pekan ini, salah satunya yakni adalah kesepakatan perdagangan fase pertama Amerika Serikat dengan Cina. Hans menyebut, pasar keuangan dunia sebelumnya sempat khawatir karena ada laporan yang mengatakan peluang kesepakatan dagang AS dan Tiongkok merosot, karena AS lebih fokus pada penyelesaian kesepakatan perdagangan dengan Meksiko dan Kanada.(agf/dee/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

7 jam ago

Bawa Lari 12 Ekor Sapi Kurban senilai Rp195 Juta, “Adi Black” Ditangkap Polsek Rumbai

Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…

7 jam ago

Marak Pasangan Mesum di Penginapan, Anggota DPRD Pekanbaru Minta Pemko Cek Izin THM dan Hotel

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…

8 jam ago

Sempat Kirim Pesan Pamit, Perempuan Muda di Meranti Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kedabu

Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…

8 jam ago

Rektor Prof Sri Indarti Kukuhkan Lima Guru Besar Universitas Riau dari Berbagai Keilmuan

Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…

8 jam ago

Dishub Pekanbaru Jaring 47 Truk Tonase Besar Pelanggar Lalu Lintas

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…

8 jam ago