kompor
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana sedang memasak di dapur. Ia membuat nasi goreng untuk makan malam dengan adiknya.
Ia pun memasukkn bumbu satu per satu dan kemudian memasukkan nasi. Dengan santai ia mengaduk-aduk nasi tersebut, sambil bernyanyi riang gembira.
Namun, ia heran karena merasa menggoreng nasi dengan api sekecil mungkin. Bukan api berwarna biru yang keluar dari kompor gas, melainkan api berwarna kuning yang menyala.
Kendati demikian, ia tak menggubrisnya dan terus mengaduk nasi goreng dalam wajan. Api pun semakin membesar dan membuat Nana panik. Ia mematikan api tapi api tak kunjung padam.
Mendengar teriakan kakaknya di dapur, adik Nana langsung berlari dan kaget melihat api yang menyala-nyala. Ia segera menyiram kompor dengan api namun tidak padam.
Akhirnya Nana tersadar, beberapa waktu lalu ia meletakkan kain di bawah kompor agar kompor tidak bergerak-gerak karena meja yang licin. "Alamaak, bukan kompornya yang terbakar. Itu kainnya," ujar Nana.
Nana langsung mengangkat kompornya dan menarik ujung kain yang terbakar dari bawah kompor gas, kemudian menyiramnya dengan air hingga padam.(anf)
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…