Categories: Nasional

Tersangka Dugaan Korupsi BBM Segera Diadili

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan telah melimpahkan berkas perkara M Yasirwan ke Pengadian Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Untuk itu, pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut bakal segera diadili dalam waktu dekat. 

Yasirman merupakan tersangka dugaan korupsi belanja bahan bakar minyak gas dan pelumas pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2015 dan 2016. Pada pelaksanaan kegiatan pengadaan itu, dia selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Tersangka sendiri bersama barang bukti telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II pada Jumat (6/11) lalu. Hal itu, lantaran berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa peneliti. Terhadap Yasirman ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru selama 20 hari. 

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Andre Antonius dikonfirmasi membenarkannya. Dikatakan dia, berkas perkara tersebut dilimpahkan ke pengadillan pada pekan lalu. “Berkas perkara tersangka MY, sudah kami limpahkan ke pengadilan, Jumat (13/11),” ungkap Andre Antonius, Ahad (15/11). 

Dengan telah dilimpahkannya berkas perkara, JPU sambung Andre, akan menunggu penetapan majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili mantan pejabat struktural di Dinas PU Pelalawan itu. Majelis hakim tersebut nantinya yang akan menetapkan jadwal sidang perdana.

“Dalam waktu dekat akan diketahui siapa majelis hakimnya. Begitu juga dengan jadwal sidang perdana,” jelasnya.

Terpisah, Panmud Tipikor pada PN Pekanbaru, Rosdiana Sitorus, juga membenarkan hal tersebut. “Saat ini berkas perkara telah berada di meja Ketua (PN Pekanbaru). Selanjutnya akan ada penetapan majelis hakim,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari adanya temuan pengadaan BBM dan pelumas di Dinas PU Pelalawan yang nilainya diduga digelembungkan dan fiktif pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp4 milliar dan 2016 sebesar Rp4,7 milliar. Uang itu bersumber dari APBD Pelalawan.

Dalam kasus itu, ada penggelembungan harga dan penggunaan bukti pertanggungjawaban yang tidak benar. Sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara yang diduga mencapai Rp1.864.011.663.

Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(rir)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

44 Ribu Hektare Sawit PalmCo di Riau Dikelola dengan Skema Organik

PTPN IV PalmCo targetkan 44.000 hektare kebun sawit di Riau kelola pupuk organik dan perkuat…

15 jam ago

Setahun Agung–Markarius, Pekanbaru Berbenah Total dan Lebih Terarah

Setahun Agung–Markarius memimpin, Pekanbaru benahi infrastruktur, lingkungan, pendidikan hingga lunasi utang Rp470 miliar.

17 jam ago

Pemprov Riau Buka Posko THR, Perusahaan Wajib Bayar Paling Lambat 8 Maret

Pemprov Riau buka posko pengaduan THR. Perusahaan wajib bayar paling lambat 8 Maret 2026.

18 jam ago

Hukum Suntik Vaksin Meningitis saat Puasa Ramadan, Apakah Membatalkan?

memohon penjelasan: apakah diperbolehkan menjalani suntik vaksin meningitis pada siang hari dalam keadaan berpuasa?

18 jam ago

Penangkaran Walet Dikeluhkan, Lurah Siak Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Warga Kampung Dalam Siak keluhkan suara bising penangkaran walet. Lurah telusuri izin dan siap gandeng…

18 jam ago

Puncak Arus Balik, Antrean Kendaraan Mengular di Dermaga Bengkalis

Arus balik Imlek 2577 di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis padat. Dishub siagakan empat kapal dan satu…

19 jam ago