DUMAI (RIAUPOS.CO) — Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru Wilayah Kerja Kota Dumai bersama bersama Satuan Polisi (Satpol) Air Polres Dumai dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Dumai mengevakuasi dua nelayan yang sempat terapung selama dua hari di perairan Bengkalis.
Dua nelayan yang diketahui merupakan warga Kabupaten Bengkalis itu sudah dibawa ke dermaga Pokala PT Pelindo I Dumai. Kini, sudah kembali kepada keluarga mereka masing-masing.
Ini dibenarkan oleh Kapten KN 218 Basarnas Pekanbaru Wilayah Kerja Dumai , Leni Tadika.
"Benar, kami mengevakuasi dua nelayan yang diketahui bernama Andi Baktiar dan Mulyadi, Jumat (13/11)," ungkapnya, Ahad (15/11).
Ia mengatakan, dua nelayan ini terapung di laut selama dua hari akibat kapal kayu mereka yang digunakan untuk mencari ikan karam. "Mereka diselamatkan oleh awak kapal kargo Sea Luck berbendera Panama," sebutnya.
Ia mengatakan, saat dijemput di kapal kargo Sea Luck tersebut, kondisi kedua nelayan tersebut dalam keadaan lemas
"Sampai di Kantor Kesehatan Pelabuhan Dumai, langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kedua korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Alhamdulillah keduanya dalam kondisi baik dan sudah pulang ke rumah mereka di Bengkalis," jelasnya.
Salah satu Nelayan, Mulyadi saat dihubungi mengatakan, kapal mereka untuk mencari ikan tenggalam pada, Rabu (11/11) malam. "Saat itu gelombang tinggi dan cuaca buruk. Sepertinya kapal kami menghantam kayu. Sehingga bagian bawah kapal mengalami kebocoran dan karam," sebutnya.
Ia mengatakan, dirinya bersama rekannya berusaha menyelamatkan diri denfan hanya membawa sebuah jeriken dan pelampung ring.
"Saat karam, saya langsung mengikat tubuh kami berdua biar tidak berpisah. Apapun yang terjadi saat di laut, kami selalu bersama," terangnya.
Saat itu, dirinya hanya terpikir keluarganya yang menunggu mereka saat berlayar. "Teringat cucu, yang masih kecil," kenangnya.
Selama dua hari terombang ambing di perairan Bengkalis, dirinya sempat meminta pertolongan kepada kapal-kapal besar yang melintas. Namun, tidak satupun yang berusaha menyelamatkan mereka. "Alhamdulliah, akhirnya kami diselamatkan tadi pagi Jumat (13/11) oleh kapal kargo tujuan Singapura. Kami mengucapkan terima kasih, baik kepada Basarnas maupun kapal kargo yang telah menyelamatkan kami," tutupnya.(hsb)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…