Categories: Nasional

Gaza Kembali Saling Serang, Sehari hanya Gencatan Senjata

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Situasi damai di Gaza tak bertahan lama. Baru saja gencatan senjata antara Islamic Jihad dan pemerintah Israel diberlakukan Kamis pagi (14/11), dua pihak kembali bertukar misil dan roket pada Jumat dini hari (15/11).

Angkatan bersenjata Israel mengatakan bahwa mereka melancarkan serangan udara untuk membalas roket yang ditembakkan dari Gaza menuju Israel. Dua dari tujuh roket tersebut dapat dilumpuhkan sistem pertahanan Israel.

“Kami siap melakukan segala cara untuk menangkal upaya melukai warga Israel,” ungkap jubir militer Israel Jonathan Conricus kepada Agence France-Presse.

Kementerian Kesehatan di Gaza menuturkan, dua warga Palestina harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan tersebut. Hal itu membuktikan bahwa kesepakatan yang dicapai berkat pemerintah Mesir dan PBB masih rapuh.

Konflik antara milisi Gaza dan Israel dimulai pada Selasa lalu (12/11). Saat itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan kematian Baha Abu Al Ata. Ata merupakan salah satu komandan tinggi Islamic Jihad, kelompok militan terbesar di Gaza setelah Hamas.

“Kami harap musuh kami dapat pesan ini. Kami bisa meraih semua orang, termasuk di tempat tidur mereka,” tutur Netanyahu.

Hal tersebut memicu protes penduduk Gaza dan serangan roket oleh Islamic Jihad. Ketegangan itu berbuah pertempuran misil dan roket. Sebanyak 34 warga Gaza meninggal akibat konflik tersebut. Termasuk 8 anak dan 3 perempuan.

“Ini namanya kejahatan perang. Anda menyerang anak yang sedang terlelap di rumah mereka,” ujar Adan Abu Abdallah, seorang warga, menurut Al Jazeera.

Conricus pun mengatakan, semua target serangan Israel merupakan sarang Islamic Jihad. Mengenai kematian anak-anak, dia menuturkan bahwa yang mereka incar adalah pria yang berada satu rumah. Menurut dia, rumah tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan amunisi dan peralatan militer lainnya.

“Mereka masih menggunakan taktik untuk menyembunyikan amunisi di rumah pribadi,” jelasnya.

Di sisi Israel, 63 penduduk dilarikan ke rumah sakit karena serangan roket. Namun, belum ada korban jiwa dari serangan Islamic Jihad. Israel Katz, menteri luar negeri Israel, menegaskan bahwa pihaknya pasti menghormati kesepakatan gencata senjata selama Gaza tak melakukan serangan lebih dulu.

“Diam akan kami balas diam. Namun, kami tak akan diam jika ada yang berusaha melukai kami,” ungkapnya.

Editor :Deslina
Sumber: jawapos.com
 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago