Categories: Nasional

Keluh Kesah Nafa Urbach soal Pinjol Ilegal: Bisa Membunuh Pelan-Pelan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Nafa Urbach mengaku mendapatkan data pinjaman online dengan bunga yang dinilai sangat tidak wajar. Bunga yang dipatok lembaga pemberi pinjaman dalam daily interest atau bunga harian dengan persentase tinggi sekali. Bahkan pengembalian dana yang harus dikembalikan bisa berkali lipat dari nominal dana yang dipinjam.

Dalam kondisi seperti itu, Nafa Urbach meyakini pinjaman online saat ini bukan lah sebuah solusi. Berdasarkan cerita yang didapatnya, banyak orang malah terjebak utang ke lembaga pinjol yang lain demi menutupi pinjaman dana dari tempat pinjol sebelumnya.

“Bukan solusi kalau memberikan bunga empat persen dalam satu hari. Itu akan membunuh pelan pelan. Gara gara kasus ini saya mendapatkan data ada yang bunganya 1 hari ada yang 1 persen, 4 persen, bahkan ada yang bunganya sampai 10 persen sehari. Pinjam 1 juta harus bayar 10 juta,” aku Nafa Urbach dalam jumpa pers virtual Rabu (15/9/2021) malam.

Mantan istri Zack Lee itu mendapatkan data soal bunga pinjaman online yang sangat tinggi setelah mem-blow up kasus tersebut, dimana identitasnya dimanfaatkan oleh orang yang tidak dikenal. Nafa Urbach yang merasa geram selalu ditagih oleh banyak nomor untuk membayarkan dana pinjaman, memutuskan mem-blow up kasus ini di Instagram. 

Setelah itu, Nafa Urbach jadi tahu kalau manajer dan teman-temannya ternyata juga mengalami kasus yang sama. Banyak orang bahkan bercerita terhadapnya tentang kasus pinjaman online yang mereka alami. 

“Ada yang sampai bunuh diri, ada yang buat cuci darah orang tuanya, ada yang hamil sampai keguguran,” katanya.

Nafa Urbach awalnya ingin membawa kasus yang dialaminya ke ranah hukum dengan membuat laporan polisi. Apalagi ia sempat diancam mau dibunuh bersama keluarganya diduga oleh preman suruhan lembagai pinjol. Tapi berhubung kasus ini juga dirasakan oleh banyak orang, dia memutuskan untuk tidak melakukannya.

“Pasti ada tindakannya, cuma aku tidak mau menindak seperti itu. Ini kan kasus kecil, ini kasus besar jadi harus pemerintah yang ambil tindakan,” katanya.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Cegah DBD dan Malaria, Rutan Rengat Lakukan Fogging Massal

Rutan Rengat lakukan fogging cegah DBD dan malaria. Pengasapan dilakukan menyeluruh demi menciptakan lingkungan sehat…

12 jam ago

Tambang Emas Ilegal Ditertibkan, 5 Rakit PETI Dibakar di Lokasi

Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…

12 jam ago

Tak Hujan Tapi Banjir, Jalan Pelita Pekanbaru Bikin Warga Resah

Jalan Pelita Pekanbaru tergenang meski tak hujan. Drainase tersumbat diduga jadi penyebab, warga minta solusi…

12 jam ago

Laporkan Sampah Menumpuk, Warga Ini Malah Dapat Reward dari Pemko Pekanbaru

Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…

12 jam ago

Kejar PAD Rp255 Miliar, Pemkab Kuansing Kerahkan PPPK Jadi Juru Pungut Pajak

Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…

1 hari ago

Tingkatkan Literasi Siswa, Guru di Siak Wajib Kuasai Bahasa Indonesia dengan Baik

Disdik Siak tingkatkan literasi guru lewat PKBI, dorong penguasaan bahasa Indonesia demi meningkatkan kualitas belajar…

1 hari ago