Categories: Nasional

Binder Berani Berspekulasi

SPIELBERG (RIAUPOS.CO) – GP Austria malam tadi begitu mendebarkan. Pada enam lap terakhir, drama flag-to-flag alias pergantian motor mewarnai balapan. Itu disebabkan hujan yang mengguyur Sirkuit Red Bull Ring. Akibat kejadian tersebut, urutan pimpinan race di 22 lap pertama buyar.

Pembalap KTM Brad Binder melakukan perjudian besar. Dia tidak mengganti motor atau tetap menggunakan ban kering di tengah hujan deras. Namun, dia akhirnya keluar sebagai pemenang. Hasil tersebut sekaligus menjadi kado manis bagi KTM. Kemenangan Binder tercatat sebagai kemenangan perdana KTM di kandang sendiri di kelas premier.

"Benar-benar sangat menakutkan," ucap Binder dalam wawancara setelah balapan.

"Aku berani mengambil taruhan besar dengan tetap menggunakan ban kering. Soalnya, jika ganti motor, aku akan kehilangan banyak waktu. Dan perjuangan besar itu berbuah begitu manis," tambah pembalap 26 tahun tersebut.

Kemenangan Binder memang sama sekali tidak mudah. Pembalap asal Afrika Selatan tersebut melewati dua lap terakhir seperti bermain ice skating. Di setiap tikungan, motornya seperti mau tergelincir. Itu karena permukaan sirkuit begitu licin untuknya yang masih menggunakan ban kering. Tapi, keputusan berani Binder akhirnya berbuah manis.

Pembalap Repsol Honda Marc Marquez yang sempat memimpin balapan di lima lap terakhir harus mengganti motornya di tiga lap terakhir. Dia sempat memimpin balapan setelah itu. Sayang, di dua lap terakhir, Marquez terlalu bernafsu untuk makin menjauh dari lawan-lawannya. Aksi itu malah membuat dirinya tergelincir. Marquez akhirnya hanya finis di posisi ke-15. Sejak itu, Binder mengambil alih pimpinan lomba sampai finis.

"Sudah sangat lama aku tidak menang. Ini hadiah untuk KTM. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukungku," ucap Binder.

Dua pembalap Ducati, Francesco Bagnaia dan Jorge Martin (Pramac Ducati), meraih podium kedua dan ketiga.

Setelah berganti menggunakan ban basah, dua pembalap tersebut melakukan manuver hebat di dua sektor terakhir. Mereka sama-sama menyalip tujuh pembalap.

Bagi Martin, ini merupakan podium back-to-back. Itu setelah pembalap rookie MotoGP tersebut menjadi pemenang di GP Styria pekan lalu. Bagi Bagnaia, hasil tersebut membuat dia kembali menduduki posisi kedua dalam klasemen pembalap sementara.

"Aku merasa sudah sangat dekat dengan kemenangan. Tapi ternyata belum cukup. Tapi finis kedua saja aku sudah sangat bahagia," ucap Bagnaia.(irr/c17/bas/jpg)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

5 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

11 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

11 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago