Categories: Nasional

BKN: Peserta Lolos Seleksi CASN Disanksi jika Mundur

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Badan Kepe­gawaian Negara (BKN) mewanti-wanti agar peserta yang lolos seleksi calon aparatur sipil negara (CASN), baik calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), tak asal mengundurkan diri setelah pengumuman. Bakal ada sanksi jika mereka nekat ”kabur”.

Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN Mohammad Ridwan menuturkan, aturan mengenai hal itu tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN-RB) Nomor 6 Tahun 2024 Dalam Pasal 58 disebutkan, pelamar yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan/atau sudah mendapatkan nomor induk calon PNS atau PPPK, tapi mengundurkan diri, bakal disanksi.

Dalam pasal yang sama, disebutkan pula bahwa penerbitan NIP bagi peserta CPNS dan PPPK paling lama 25 hari kerja sejak waktu penyampaian kelulusan. ”Sanksi ini berupa larangan mengikuti seleksi pegawai ASN selama dua tahun anggaran pengadaan pegawai ASN berikutnya,” tuturnya, Rabu (15/1).

Artinya, ketika mengundurkan diri dari seleksi CPNS atau PPPK 2024, yang bersangkutan tidak boleh melamar pada seleksi CPNS/PPPK 2025 dan 2026. Dengan catatan, seleksi diselenggarakan di tahun-tahun tersebut.

Ketentuan itu tidak berlaku bagi para pelamar yang tidak hadir dan/atau tidak mengikuti tahapan seleksi calon PNS BKN TA 2024 pada waktu dan lokasi yang telah ditentukan. Mereka dianggap gugur dan dinyatakan tidak lulus, bukan mengundurkan diri. Dengan demikian, tidak ada hukuman blacklist.

Seleksi PPPK Tahap 2

Pendaftaran seleksi PPPK tahap 2 resmi ditutup, Rabu (15/1). Sehari sebelum penutupan, pemerintah sempat memperluas kriteria pendaftar. Penambahan kriteria ini bertujuan agar seluruh honorer atau tenaga non-ASN yang masuk database BKN pada 2022 bisa mendaftar.

Sebab, seleksi PPPK tahun ini memang sengaja difokuskan untuk penuntasan honorer di instansi pemerintah. Hingga Selasa (15/1), tercatat masih ada sekitar 200 ribu honorer yang berhak mendaftar, tapi belum memasukkan datanya ke portal sistem seleksi calon aparatur sipil negara (SSCASN).

Plt Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Aba Subagja mengatakan, mereka harus mendaftar dan mengikuti seleksi untuk bisa diangkat menjadi ASN. Sebab, aturannya jelas, tak ada pengangkatan tanpa seleksi.

Selain itu, dia menyatakan bahwa honorer terdaftar BKN yang sudah mendaftar seleksi CPNS atau PPPK tahap I, tapi tidak lolos seleksi, otomatis menjadi PPPK paruh waktu. ”Jadi, tidak perlu khawatir tidak lolos ya. Mereka tetap bisa diangkat menjadi PPPK. Jadi, tidak harus mendaftar ke periode II,” ungkapnya.(mia/c19/oni/jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

20 jam ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

21 jam ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

22 jam ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

23 jam ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

2 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

2 hari ago